Fakta Hari Polio Sedunia 24 Oktober, Sejarah dan Pentingnya Imunisasi

Hari Polio Sedunia atau World Polio Day diperingati setiap 24 Oktober. Peringatan ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya penyakit polio sekaligus mengingatkan pentingnya imunisasi dalam melindungi anak-anak dari risiko kelumpuhan akibat infeksi virus.

Meski kasus polio telah menurun drastis berkat program vaksinasi di berbagai negara, perjuangan untuk memberantas penyakit ini belum sepenuhnya berakhir. Virus polio masih ditemukan di sejumlah wilayah dunia sehingga upaya pencegahan dan pengawasan perlu terus dilakukan.

Lantas, apa saja fakta Hari Polio Sedunia yang menarik untuk diketahui? Berikut penjelasannya.

  1. Hari Polio Sedunia Diperingati Setiap 24 Oktober

Hari Polio Sedunia diperingati setiap tanggal 24 Oktober untuk mengingatkan masyarakat akan pentingnya upaya global dalam memberantas polio. Tanggal tersebut juga menjadi kesempatan untuk mengapresiasi peran tenaga kesehatan, orang tua, relawan, dan berbagai pihak yang terlibat dalam program imunisasi.

Peringatan ini berkaitan dengan upaya panjang dunia untuk mengakhiri penularan polio. Melalui berbagai kegiatan edukasi dan kampanye kesehatan, masyarakat diajak memahami bahwa perlindungan terhadap penyakit ini membutuhkan kerja sama yang berkelanjutan.

  1. Berawal dari Gerakan Global Memberantas Polio

Salah satu fakta penting Hari Polio Sedunia adalah kaitannya dengan gerakan internasional untuk menghapus polio. Pada 1988, Majelis Kesehatan Dunia meluncurkan Global Polio Eradication Initiative (GPEI), sebuah inisiatif yang melibatkan berbagai organisasi dan pemerintah negara untuk menghentikan penyebaran virus polio.

Program tersebut mendorong perluasan imunisasi, penguatan pemantauan penyakit, serta penanganan cepat terhadap kemungkinan wabah. Sejak gerakan global itu dimulai, jumlah kasus polio akibat virus liar telah turun lebih dari 99 persen.

Penurunan tersebut menunjukkan besarnya dampak imunisasi dan kerja sama lintas negara. Namun, selama virus masih beredar di suatu wilayah, risiko penularan ke wilayah lain tetap ada.

  1. Polio Dapat Menyebabkan Kelumpuhan Permanen

Polio merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus polio. Penyakit ini terutama menyerang anak-anak berusia di bawah lima tahun, meskipun orang dari kelompok usia lain juga dapat terinfeksi.

Virus polio dapat menyebar melalui jalur fekal-oral, yakni ketika virus dari tinja orang yang terinfeksi masuk ke mulut orang lain, misalnya melalui tangan, makanan, atau air yang terkontaminasi.

Sebagian orang yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala. Namun, pada sebagian kasus, virus dapat menyerang sistem saraf dan menyebabkan kelumpuhan permanen. Jika otot yang mengendalikan pernapasan ikut terdampak, polio bahkan dapat mengancam jiwa.

Karena itu, polio bukan penyakit yang boleh dianggap sepele. Pencegahan melalui imunisasi menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko dampak serius tersebut.

  1. Polio Belum Memiliki Obat untuk Menyembuhkan Infeksinya

Fakta berikutnya yang perlu diketahui adalah belum adanya obat khusus yang dapat menyembuhkan infeksi polio. Perawatan medis dapat membantu menangani gejala dan komplikasi, tetapi tidak dapat menjamin pemulihan dari kerusakan saraf yang sudah terjadi.

Oleh sebab itu, pencegahan menjadi sangat penting. Imunisasi polio membantu membentuk kekebalan tubuh sehingga dapat melindungi anak dari penyakit tersebut.

Pemberian vaksin perlu mengikuti jadwal imunisasi yang dianjurkan tenaga kesehatan. Orang tua juga sebaiknya memastikan anak memperoleh dosis lengkap sesuai usianya.

  1. Imunisasi Berhasil Menekan Kasus Polio di Dunia

Kemajuan program imunisasi menjadi salah satu pencapaian penting dalam sejarah kesehatan masyarakat. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), jumlah kasus polio akibat virus liar telah menurun lebih dari 99 persen sejak 1988.

Meski demikian, penurunan kasus tidak berarti ancaman polio sudah hilang sepenuhnya. Virus masih dapat menyebar ketika masuk ke komunitas dengan cakupan imunisasi yang rendah.

Karena itu, menjaga cakupan vaksinasi tetap tinggi dan merata merupakan bagian penting dari upaya global untuk mencapai dunia bebas polio.

  1. Indonesia Pernah Mengalami Kejadian Luar Biasa Polio

Indonesia juga memiliki pengalaman dalam menghadapi penularan polio. Pada 2022, kejadian luar biasa (KLB) polio kembali dilaporkan dan mendorong pemerintah menjalankan imunisasi tambahan untuk memutus rantai penularan.

Kementerian Kesehatan mengumumkan bahwa KLB polio tipe 2 di Indonesia resmi berakhir pada November 2025. Selama respons terhadap KLB tersebut, hampir 60 juta dosis imunisasi polio tambahan telah diberikan kepada anak-anak.

Meski KLB telah dinyatakan berakhir, kewaspadaan tetap diperlukan. Kesenjangan cakupan imunisasi di sejumlah wilayah dapat membuka peluang bagi virus untuk kembali menyebar.

Karena itu, orang tua perlu memastikan anak mendapatkan imunisasi polio lengkap sesuai jadwal yang berlaku.

  1. Cara Memperingati Hari Polio Sedunia

Hari Polio Sedunia tidak harus diperingati melalui kegiatan besar. Masyarakat dapat ikut berkontribusi melalui langkah sederhana yang mendukung pencegahan penyakit.

Beberapa hal yang bisa dilakukan antara lain:

Memastikan imunisasi anak lengkap. Periksa kembali catatan imunisasi dan konsultasikan dengan tenaga kesehatan jika ada dosis yang terlewat.

Meningkatkan pemahaman tentang polio. Pelajari cara penularan, dampak penyakit, serta pentingnya vaksinasi dari sumber kesehatan tepercaya.

Membagikan informasi yang benar. Bantu meluruskan informasi keliru mengenai polio dan imunisasi.

Menjaga kebersihan lingkungan. Biasakan mencuci tangan dengan sabun dan memastikan makanan serta air yang dikonsumsi tetap bersih.

Mendukung program kesehatan masyarakat. Berpartisipasilah dalam kegiatan imunisasi dan ikuti anjuran petugas kesehatan setempat.

Langkah-langkah tersebut dapat membantu meningkatkan perlindungan di tingkat keluarga maupun komunitas.

Makna Hari Polio Sedunia bagi Masyarakat

Hari Polio Sedunia menjadi pengingat bahwa keberhasilan mengendalikan penyakit menular membutuhkan komitmen yang terus dijaga. Kemajuan yang telah dicapai melalui imunisasi dapat terancam apabila masih ada anak yang belum memperoleh perlindungan lengkap.

Peringatan ini juga menegaskan bahwa pemberantasan polio bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau tenaga kesehatan. Orang tua, masyarakat, relawan, dan berbagai lembaga memiliki peran dalam memastikan setiap anak mendapatkan akses imunisasi.

Dengan meningkatkan kesadaran, melengkapi vaksinasi, dan menjaga kewaspadaan terhadap penularan, upaya menuju dunia bebas polio dapat terus diperkuat.

Hari Polio Sedunia setiap 24 Oktober bukan sekadar peringatan tahunan, melainkan ajakan untuk melindungi generasi mendatang dari penyakit yang sebenarnya dapat dicegah melalui imunisasi. (Ayu/CN/Djavatoday)

Mengenal Hari Kesehatan Paru-paru, Pentingnya Menjaga Organ Pernapasan Sepanjang Hidup

Paru-paru merupakan organ vital yang berperan penting dalam menjaga kelangsungan hidup manusia. Setiap hari, organ ini bekerja memasok oksigen ke dalam tubuh dan membuang...

Mengenal Hari Kanker Payudara Sedunia, Momentum Tingkatkan Kesadaran dan Deteksi Dini

Setiap Oktober, warna merah muda atau pink kerap terlihat dalam berbagai kampanye kesehatan. Pita pink yang menjadi simbol kepedulian terhadap kanker payudara menghiasi poster,...

Manfaat Jawer Kotok Merah, Tanaman Hias yang Punya Potensi untuk Kesehatan

Jawer kotok merah merupakan salah satu tanaman yang cukup mudah ditemukan di lingkungan rumah. Daunnya memiliki warna yang mencolok, mulai dari merah, merah keunguan...

Jangan dibuang! Deretan Kulit Buah Ini Ternyata Menyimpan Manfaat untuk Kecantikan

Saat mengonsumsi buah-buahan, sebagian besar orang pasti langsung membuang kulitnya dan menganggapnya sebagai bagian yang tidak berguna. Namun, tahukah kamu bahwa ada beberapa jenis...

Terbaru