Cara Ciamis Melestarikan Naskah Kuno, Dorong Masyarakat Ikut Terlibat

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Lembaran kertas yang mulai menua bisa menyimpan cerita panjang tentang kehidupan masyarakat pada masa lampau. Di dalam naskah kuno, tersimpan jejak sejarah, pengetahuan, hingga kearifan lokal yang menjadi bagian dari identitas suatu daerah. Agar warisan itu tidak hilang ditelan waktu, Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Ciamis mengajak masyarakat ikut menjaga, mendata, dan merawat naskah kuno.

Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Pendaftaran Naskah Kuno dan Preservasi Naskah Kuno Tahun 2026 di Aula Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Ciamis, Jumat (23/10/2026).

Pelestarian naskah kuno menjadi tantangan tersendiri karena tidak semua manuskrip tersimpan di lembaga resmi. Sebagian masih berada di rumah warga, pondok pesantren, lembaga pendidikan, maupun komunitas yang mewarisinya secara turun-temurun.

Tanpa pendataan dan perawatan yang tepat, naskah-naskah tersebut berisiko rusak. Padahal, informasi yang terkandung di dalamnya bisa menjadi sumber pengetahuan berharga bagi generasi mendatang.

Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Ciamis, Fitri Lisnawati, mewakili Kepala Dinas Okta Jabal Nugraha, mengatakan pelestarian naskah kuno membutuhkan keterlibatan pemerintah dan masyarakat.

“Pelestarian naskah kuno tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Masyarakat yang memiliki atau menyimpan naskah kuno juga mempunyai peran penting, mulai dari mendata, mendaftarkan, hingga menjaga kondisi fisiknya agar tetap terpelihara,” ujar Fitri.

Menurutnya, pendataan menjadi langkah awal untuk mengetahui keberadaan naskah kuno sekaligus mendokumentasikan informasi mengenai koleksi tersebut. Dengan begitu, naskah yang tersebar di berbagai tempat dapat memperoleh perhatian dalam upaya pelestarian.

Salah satu langkah yang diperkenalkan dalam kegiatan tersebut adalah pendaftaran naskah kuno melalui aplikasi KHASTARA milik Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.

Melalui aplikasi ini, masyarakat yang memiliki atau menyimpan naskah kuno dapat melakukan pendaftaran secara mandiri. Proses tersebut membantu mendokumentasikan keberadaan naskah agar informasinya tercatat dengan lebih baik.

Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Ciamis juga siap memberikan informasi dan pendampingan bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan dalam proses pendaftaran.

“Bagi masyarakat yang memiliki atau menyimpan naskah kuno, baik secara pribadi maupun melalui lembaga, pondok pesantren, atau komunitas, kami siap memberikan informasi dan pendampingan agar proses pendaftarannya dapat dilakukan sesuai ketentuan,” kata Fitri.

Dengan adanya pendampingan tersebut, masyarakat diharapkan tidak ragu untuk mendaftarkan naskah yang dimiliki. Sebab, langkah ini bukan sekadar urusan administrasi, melainkan bagian dari upaya menjaga agar warisan budaya tetap tercatat dan tidak luput dari perhatian.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi dari dua narasumber yang memiliki keahlian di bidang pernaskahan.

Wini Fitriani, pegiat Rumah Naskah Nusantara, menyampaikan materi mengenai pendaftaran naskah kuno. Peserta diperkenalkan pada pentingnya pendataan serta tahapan pendaftaran melalui aplikasi KHASTARA.

Sementara itu, Gunari Putra Erisman, filolog atau pakar pernaskahan daerah, membahas preservasi naskah kuno. Materi ini menitikberatkan pada pentingnya menjaga kondisi fisik naskah agar tidak mengalami kerusakan yang dapat mengancam keutuhan maupun informasi di dalamnya.

Setelah sesi pemaparan, peserta mengikuti bimbingan teknis melalui praktik langsung. Mereka mendapatkan panduan mulai dari registrasi, pengisian formulir, hingga melengkapi data dan dokumen yang diperlukan untuk pendaftaran naskah kuno.

Peserta juga mempelajari dasar-dasar preservasi, termasuk cara menangani dan merawat naskah dengan memperhatikan kondisi fisiknya. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat diterapkan ketika mereka kembali ke lingkungan masing-masing.

Bagi Gunari, upaya pelestarian tidak cukup berhenti pada pemahaman teori. Pengetahuan mengenai pendaftaran dan perawatan perlu diikuti tindakan nyata agar naskah kuno tetap terjaga.

Pelestarian naskah kuno membutuhkan perhatian dan kerja sama jangka panjang. Pemerintah, pemilik naskah, lembaga pendidikan, pondok pesantren, komunitas budaya, serta masyarakat luas memiliki peran dalam menjaga warisan tersebut.

Pendataan membantu memastikan keberadaan naskah diketahui, sedangkan pendaftaran dan perawatan menjadi bagian dari upaya melindunginya dari kerusakan maupun pengabaian.

Keterlibatan masyarakat menjadi penting karena mereka sering kali menjadi pihak yang paling dekat dengan naskah yang diwariskan oleh keluarga atau komunitasnya.

Melalui kegiatan sosialisasi dan bimbingan teknis ini, Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Ciamis berharap semakin banyak masyarakat memahami pentingnya mendata, mendaftarkan, dan merawat naskah kuno.

Upaya tersebut menjadi bagian dari ikhtiar menjaga jejak sejarah dan pengetahuan lokal Ciamis. Dengan keterlibatan bersama, naskah kuno tidak hanya bertahan sebagai peninggalan masa lalu, tetapi juga tetap memiliki nilai dan manfaat bagi generasi yang akan datang. (Ayu/CN/Djavatoday)

APBD Ciamis Terbatas, Herdiat Dorong UMKM Jadi Penggerak Ekonomi

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Bupati Ciamis Herdiat Sunarya mendorong penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah di tengah keterbatasan...

Hadapi Persiraja, PSGC Ciamis Bertekad Bawa Pulang Poin dari Aceh

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- PSGC Ciamis membidik poin saat bertandang ke markas Persiraja Banda Aceh pada pekan ketujuh Liga 2 Indonesia 2026/2027. Laskar Singacala membawa...

Investasi Tahu Bulat hingga Ojek, Pria Asal Ciamis Tipu Belasan Orang

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Satreskrim Polres Ciamis mengungkap dugaan penipuan dan penggelapan bermodus investasi tahu bulat hingga usaha ojek sepeda motor. Seorang pria berinisial AS...

Hari Santri 2026, Bupati Herdiat Ajak Santri Ciamis Jadi Pelopor Persatuan dan Penggerak Ekonomi

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Bupati Ciamis Herdiat Sunarya mengajak para santri menjadi pelopor persatuan, penggerak ekonomi masyarakat, serta ikut menjaga kelestarian lingkungan. Menurutnya, santri memiliki...

Terbaru