Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Bupati Ciamis Herdiat Sunarya mendorong penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah di tengah keterbatasan anggaran pembangunan. Pemkab Ciamis telah mengalokasikan Rp500 juta untuk mendukung pengembangan UMKM, terutama dalam pemasaran produk lokal.
Hal tersebut disampaikan Herdiat dalam kegiatan Sosialisasi Akuntabilitas Keuangan Negara untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi dan Penguatan UMKM Daerah di Gedung Islamic Centre Ciamis, Jumat (23/10/2026).
Herdiat mengatakan, kondisi APBD Ciamis masih menghadapi tekanan akibat pengurangan anggaran dalam beberapa tahun terakhir. Dampaknya membatasi ruang gerak pemerintah daerah dalam menjalankan program pembangunan.
“Selama tiga tahun terakhir, kondisi APBD kita sangat terbatas akibat pengurangan anggaran. Dampaknya masih terasa sampai sekarang, terlebih kondisi APBD Ciamis belum sepenuhnya pulih,” kata Herdiat.
Meski demikian, ia mengajak seluruh elemen masyarakat tetap optimistis dan bergotong royong membangun daerah. Menurutnya, keterbatasan fiskal harus disikapi dengan pengelolaan anggaran yang cermat serta mengoptimalkan potensi ekonomi lokal.
Herdiat juga menegaskan pentingnya menjaga akuntabilitas keuangan daerah. Ciamis, kata dia, telah mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK selama 13 kali berturut-turut.
Dalam pengembangan UMKM, Herdiat menyoroti perlunya peningkatan kualitas produk, kemasan, dan pemasaran agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Pemerintah daerah akan mendorong pelatihan dan pendampingan bagi pelaku usaha, termasuk mengembangkan potensi produk kopi Ciamis yang telah menembus pasar mancanegara.
“Para pelaku UMKM harus terus semangat. Kita akan berupaya membantu melalui pelatihan dan pendampingan agar produk-produk lokal kita semakin siap dipasarkan dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Sementara itu, Anggota Komisi XI DPR RI sekaligus Kapoksi BAKN DPR RI, Shohibul Imam, mengapresiasi upaya Pemkab Ciamis dalam menjaga tata kelola pemerintahan dan mengembangkan potensi ekonomi daerah.
Ia menilai pengembangan UMKM membutuhkan dukungan terpadu, mulai dari peningkatan kapasitas pelaku usaha hingga akses pembiayaan dan perluasan pasar. Sinergi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pihak terkait dinilai dapat mendukung pengembangan produk lokal Ciamis.
Shohibul juga mengingatkan pentingnya sosialisasi bahaya judi online secara berkelanjutan karena dampaknya masih menjadi persoalan di masyarakat.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman tentang pengelolaan keuangan negara yang akuntabel sekaligus mendorong UMKM sebagai penopang ekonomi masyarakat di tengah keterbatasan anggaran daerah. (Ayu/CN/Djavatoday)

