Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Diskusi publik bertema politik kembali mengemuka di Kabupaten Ciamis. Senin (24/11/2025), Bupati Ciamis Herdiat Sunarya hadir dalam Festival Aspirasi yang digelar Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI di Aula Wretikandayun Karangkamuliyan. Acara ini diikuti berbagai unsur mulai dari mahasiswa, organisasi kepemudaan, perangkat daerah, hingga tokoh masyarakat.
Mengusung tema “Konglomerasi Politik, Peluang dan Tantangan Generasi Muda di Tengah Pusaran Arus Money Politik”, forum ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk memahami dinamika politik sekaligus tantangan etik yang mengiringinya.
Dalam sambutannya, Bupati Herdiat menyoroti persoalan politik uang yang kerap muncul menjelang pemilu maupun pilkada. Menurutnya, praktik semacam ini tidak lahir tanpa sebab. Tingkat kesejahteraan yang belum merata menjadi salah satu pemicu masyarakat bersikap pragmatis saat pesta demokrasi berlangsung.
“Kondisi ekonomi sering membuat masyarakat mudah terpengaruh. Ini jelas tidak baik untuk kualitas demokrasi kita,” tegasnya.
Ia mendorong mahasiswa dan kaum muda agar menjadi motor perubahan, termasuk berani menyuarakan penolakan terhadap praktik politik uang dan menularkannya kepada masyarakat sekitar. “Kita ingin pemimpin yang betul-betul memiliki integritas. Itu tidak akan tercapai jika politik uang terus menjadi budaya,” ujarnya.
Ketua BAM DPR RI Ahmad Heryawan (Kang Aher) turut memberikan penjelasan mengenai peran BAM sebagai alat kelengkapan dewan baru yang pertama hadir di periode 2024–2029. Festival Aspirasi di Ciamis menjadi penyelenggaraan ketiga setelah Bandung Barat dan Bogor.
Menurut Aher, BAM dibentuk untuk menciptakan saluran penyampaian aspirasi yang lebih terstruktur dan mudah dijangkau publik. Ia menilai masih banyak keluhan dan kebutuhan masyarakat yang selama ini belum tersampaikan langsung kepada DPR.
“Dengan adanya BAM, aspirasi bisa dikelola dan diteruskan secara lebih terbuka. Kami ingin memastikan suara masyarakat benar-benar sampai ke meja parlemen,” ujar Aher.
Melalui Festival Aspirasi ini, peserta tidak hanya berdiskusi soal tantangan politik, tetapi juga diajak melihat bagaimana peran generasi muda menjadi penentu arah demokrasi ke depan. Acara tersebut sekaligus menegaskan pentingnya kesadaran politik sejak dini, termasuk keberanian menolak segala bentuk praktik yang mencederai demokrasi. (Ayu/CN/Djavatoday)

