Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Pemerintah Kabupaten Ciamis mengikuti peluncuran nasional kelembagaan 80.000 Koperasi Merah Putih tingkat desa dan kelurahan yang digelar serentak secara virtual di seluruh Indonesia pada Senin (21/7/2025).
Acara tersebut dipusatkan di Kabupaten Klaten dan dihadiri langsung oleh Presiden RI, Prabowo Subianto. Pemkab Ciamis sendiri mengikuti secara virtual di Aula Setda Kabupaten Ciamis.
Sebelum mengikuti acara virtual tersebut, Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya memberikan arahan kepada para ketua dan pengurus koperasi yang hadir di Aula Setda Ciamis. Dalam sambutannya, Herdiat menekankan pentingnya integritas dan profesionalisme dalam pengelolaan koperasi.
“Kami harap koperasi ini dijalankan dengan jujur, profesional, dan sesuai aturan serta mekanisme yang berlaku. Jangan sampai ke depan menimbulkan masalah,” tegas Herdiat.
Herdiat mengungkapkan, Kabupaten Ciamis telah membentuk koperasi merah putih di seluruh 258 desa dan 7 kelurahan, yang semuanya telah memiliki badan hukum melalui akta notaris.
Ia menyebut, kehadiran koperasi ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi lokal, sekaligus solusi dalam mengurangi kesenjangan sosial dan meningkatkan ketahanan pangan di desa dan kelurahan.
“Koperasi ini dibentuk untuk menggali potensi desa, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat ekonomi masyarakat di tingkat lokal,” jelas Herdiat.
Pinjaman Hingga Rp 5 Miliar, Bukan Hibah
Lebih lanjut, Bupati Herdiat menjelaskan bahwa koperasi akan mendapatkan akses pembiayaan dari Bank Himbara dalam bentuk pinjaman, dengan nominal antara Rp 3 miliar hingga Rp 5 miliar per koperasi.
Namun, ia menegaskan bahwa dana tersebut bukan hibah, melainkan pinjaman berbunga yang harus dikelola secara hati-hati dan akuntabel.
“Dana ini adalah pinjaman dengan bunga 6 persen per tahun. Jadi harus dikelola dengan penuh tanggung jawab dan transparansi. Pengajuan dilakukan melalui proposal, dan pencairannya bertahap sesuai kebutuhan koperasi,” ujarnya.
Herdiat menambahkan bahwa koperasi harus mengembangkan usaha yang relevan dengan potensi desa seperti gerai sembako, apotek desa, klinik, gudang logistik, hingga layanan simpan pinjam.
Namun demikian, pengurus koperasi harus tetap selektif dalam menyalurkan dana agar tidak menimbulkan kredit macet.
Herdiat mengimbau agar koperasi merah putih menjalin sinergi dengan lembaga-lembaga lokal lainnya seperti Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
“Pengurus koperasi harus bisa membangun kolaborasi, memanfaatkan potensi lokal, dan saling memperkuat dengan BUMDes maupun lembaga lainnya,” pungkasnya. (Ayu/AA/Djavatoday.com)

