Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Budidaya ikan gurame tidak hanya menjanjikan keuntungan besar, tetapi juga menjadi sumber penghasilan utama bagi sejumlah warga. Salah satunya Toha (56), warga Dusun Ciwahangan, Blok Gandasar, RT 03 RW 09, Desa Baregbeg, Kabupaten Ciamis, yang sukses membudidayakan penetasan benih ikan gurame di pekarangan rumahnya.
Berbekal semangat dan ketekunan, Toha memulai usaha ini sejak awal tahun 2020, tepat ketika pandemi COVID-19 melanda. Ia memanfaatkan waktu dan lahan yang tersedia untuk belajar secara otodidak tentang proses penetasan telur gurame.
“Awalnya coba-coba karena pandemi, tapi alhamdulillah sekarang bisa jadi penghasilan utama,” ujarnya saat ditemui pada Minggu (15/6/2025).
Toha membangun empat kolam sederhana berbahan plastik dan bambu di halaman rumahnya. Kolam-kolam tersebut digunakan khusus untuk menetaskan telur ikan gurame jenis Sowang dan Padang. Setiap kolam berfungsi menampung telur dari satu sarang indukan.
“Dari satu sarang, biasanya bisa menetas sekitar 5.000 hingga 6.000 ekor benih. Proses sampai benih siap jual itu sekitar satu setengah bulan, ukurannya sebesar jempol orang dewasa,” jelasnya.
Benih ikan tersebut dijual dengan harga bervariasi, tergantung ukuran. Untuk ukuran jempol dijual Rp 2.000 per ekor, sedangkan yang lebih besar, sekitar dua jari orang dewasa, dihargai Rp 2.500 hingga Rp 3.000.
“Kalau benih sudah siap, biasanya pembeli langsung datang ke rumah. Ada yang dari Tasikmalaya, Cineam, Rajadesa, dan Panawangan,” tambah Toha.
Menurutnya, kualitas benih gurame hasil budidayanya diakui unggul. Banyak pelanggan yang mengapresiasi kondisi benih yang sehat dan tingkat kematian yang rendah.
“Pembeli bilang benih dari sini kuat dan sehat, jadi angka kematiannya sedikit. Itu yang bikin mereka balik lagi,” ungkapnya.
Dalam satu bulan, Toha bisa meraup omzet antara Rp 4 juta hingga Rp 5 juta. Panen dilakukan setiap dua pekan sekali, tergantung jumlah telur yang berhasil ditetaskan.
“Kalau dijalani dengan sungguh-sungguh dan perawatan yang baik, hasilnya cukup untuk kebutuhan rumah tangga,” ujarnya sambil tersenyum.
Keberhasilan Toha menjadi contoh nyata bahwa usaha rumahan berbasis pertanian atau perikanan bisa menjadi solusi ekonomi keluarga, bahkan mendatangkan manfaat jangka panjang jika dikelola dengan baik. (Andra/CN/Djavatoday)

