Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Dini hari yang biasanya tenang saat waktu sahur berubah menjadi kepanikan bagi warga Desa Karangkamulyan, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis. Kobaran api tiba-tiba muncul dari sebuah bangunan bengkel di Dusun Sumurbandung dan dengan cepat membesar, membuat warga yang sedang bersantap sahur bergegas keluar rumah.
Peristiwa kebakaran itu terjadi pada Minggu (8/3/2026) sekitar pukul 03.56 WIB. Api diketahui pertama kali oleh warga sekitar yang melihat asap dan kobaran api dari bangunan bengkel milik Renaldi.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Dinas Satpol PP Kabupaten Ciamis, Budi Rahmat, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan laporan kebakaran diterima petugas pada pukul 04.04 WIB dari Kepala Desa Karangkamulyan, Uus Uswandi.
“Begitu menerima laporan, petugas langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan kebakaran,” ujarnya.
Menurut Budi, dugaan sementara kebakaran dipicu oleh korsleting listrik dari bangunan bengkel yang berdiri di tepi Jalan Raya Ciamis–Banjar tersebut.
Warga yang mengetahui adanya api segera melaporkan kejadian itu kepada aparat desa. Pihak desa kemudian meneruskan laporan tersebut kepada petugas pemadam kebakaran untuk meminta bantuan pemadaman.
Petugas dari UPTD Damkar Ciamis langsung berangkat menuju lokasi pada pukul 04.04 WIB. Selang sekitar 13 menit, tim tiba di lokasi kejadian pada pukul 04.17 WIB.
“Satu unit mobil pemadam kebakaran bernomor polisi Z 8164 T dikerahkan dengan empat personel untuk menangani kejadian tersebut,” jelasnya.
Setibanya di lokasi, petugas segera melakukan pemadaman untuk menjinakkan api yang sudah melahap seluruh bagian bangunan. Setelah api berhasil dikendalikan, proses dilanjutkan dengan pendinginan guna memastikan tidak ada bara yang berpotensi memicu kebakaran kembali.
Petugas juga melakukan pemeriksaan menyeluruh di sekitar lokasi serta mendata kerusakan akibat peristiwa tersebut.
Bangunan bengkel semi permanen berukuran sekitar 4 x 6 meter itu dilaporkan hangus terbakar. Kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai sekitar Rp50 juta.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.
Proses penanganan kebakaran melibatkan berbagai unsur, mulai dari petugas Damkar Ciamis, anggota Polsek Cijeungjing, pemerintah desa setempat, Tagana, hingga masyarakat yang turut membantu di lokasi kejadian. Kerja sama tersebut membuat api berhasil dipadamkan sebelum merembet ke bangunan lain di sekitarnya. (Ayu/CN/Djavatoday)

