Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis menemukan sejumlah kasus suspek campak di lapangan hingga pertengahan April 2026. Meski begitu, hingga saat ini belum ada kasus yang terkonfirmasi positif melalui pemeriksaan laboratorium.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Ciamis, Edis Herdis, mengatakan temuan tersebut masih dalam tahap pemantauan oleh petugas kesehatan.
“Memang ada laporan suspek di lapangan, tapi untuk kasus campak yang terkonfirmasi sampai sekarang belum ada di Ciamis,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).
Ia menilai, kondisi ini menunjukkan upaya pencegahan yang selama ini dilakukan cukup efektif dalam menahan penyebaran penyakit.
Meski demikian, Edis mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada. Pasalnya, campak termasuk penyakit infeksi virus yang mudah menular, terutama pada anak-anak.
“Gejala yang perlu diperhatikan antara lain demam tinggi, mata merah dan berair, batuk, serta muncul ruam atau bintik merah di kulit,” jelasnya.
Ia mengimbau warga untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala serupa, guna mencegah penularan lebih luas.
“Deteksi dini itu penting. Kalau ada gejala, jangan ditunda untuk berobat,” katanya.
Untuk mengantisipasi penyebaran, Dinkes Ciamis terus memperkuat koordinasi dengan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, mulai dari puskesmas hingga rumah sakit rujukan.
Selain itu, program imunisasi campak juga terus digencarkan sebagai langkah utama perlindungan.
“Imunisasi sangat penting untuk meningkatkan kekebalan tubuh dan mencegah komplikasi yang lebih serius,” ujarnya.
Di sisi lain, masyarakat juga diingatkan untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat, menjaga asupan gizi, serta meningkatkan daya tahan tubuh.
Edis menambahkan, virus campak dapat menyebar dengan cepat melalui percikan droplet saat penderita batuk atau bersin.
Dengan berbagai langkah pencegahan yang terus diperkuat, pemerintah daerah optimistis Ciamis dapat mempertahankan kondisi tanpa kasus campak terkonfirmasi. (Ayu/CN/Djavatoday)

