Selasa, Oktober 26, 2021

Tradisi Nganyaran Nyangu Pare Anyar Kasepuhan Sinar Resmi Sukabumi

Berita Jawa Barat (Djavatoday com),- Nganyaran Nyangu Pare Anyar kembali digelar Kasepuhan Sinar Resmi, Cisolok, Palabuhanratu, Sukabumi, Jawa Barat, pada Jumat (4/6/2021) kemarin. Tradisi ini sudah berlangsung secara turun temurun.

Abah Asep Nugraha, Ketua adat Kasepuhan Sinar Resmi menyebut pihaknya terus berusaha menggelar tradisi ini sesuai agama dan negara serta adat demi kemaslahatan bangsa.

Baca juga:

Dalam tradisi ini diawali dengan memetik padi atau mipit, kemudian ngunjal, lalu ngadiukeun atau menyimpan padi dalam lumbung padi, kemudian menumbuk padi dengan tradisional atau nutu.

“Dalam kegiatan ini juga kami melakukan musyawarah untuk menggelar ponggokan yakni menghitung cacah jiwa dan sebagainya. Hasilnya, acara akan digelar 15 Rayagung 25 Juli 2021,” kata Abah Asep.

Menurutnya, tradisi ini sudah ada sejak lama dan masih terpelihara dengan baik sampai sekarang. Kasepuhan Sinar Resmi terus menjaga warisan nenek moyang untuk kemudian dilanjutkan oleh generasi berikutnya.

“Tradisi Nganyaran Nyangu Pare Anyar ini sebagai ungkapan dan wujud rasa syukur kepada Alloh SWT atas nikmat yang telah diberikan. Serta keberkahan dan keselamatan yang telah diberikan saat bertani,” ungkapnya.

Ada 3 hal yang perlu dijaga yakni, Sara (Agama), Mokaha atau Adat dan Nagara. Berpedoman kepada hukum, selaras dengan sesama saling mendukung dan menguatkan.

Di Kasepuhan Sinar Resmi ini pun ada yang namanya jekat atau bagian yang diberikan kepada yang membutuhkan. Contohnya setiap hasil panen sekitar 100 pocong, maka 10 pocong harus diserahkan terhadap yang membutuhkan. Ada juga paro, ngepak, serep dan meretelu itu untuk yang tidak punya ladang. Hal ini bertujuan saling tolong menolong.

Dalam kegiatan Nganyaran Nyangu Pare Anyar ini, kasepuhan pun menerapkan protokol kesehatan sesuai ketentuan pemerintah. Tujuannya mencegah penyebaran virus Corona. (Ayu/CN/Djavatoday)

ARTIKEL TERKAIT

BERITA TERBARU