Berita Banjar (Djavatoday.com),- Tim Pengabdian dari Universitas Galuh (Unigal) Ciamis gelar kegiatan pemberdayaan Kelompok Pengrajin Gula Aren di Desa Batulawang, Kota Banjar melalui Branding Produk dan Digital Marketing untuk Peningkatan Pendapatan Masyarakat.
Desa Batulawang, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar ini memiliki potensi besar dalam produksi gula aren. Hampir setiap rumah tangga di dusun Pagerbatu memanfaatkan pohon aren untuk menghasilkan gula merah, yang telah menjadi sumber penghidupan masyarakat.
Namun, selama ini pemasaran produk gula aren masih dilakukan secara konvensional, sehingga jangkauan pasar terbatas dan nilai jual produk belum maksimal.
Menjawab tantangan tersebut, tim pengabdian dari Universitas Galuh Ciamis melaksanakan program Pemberdayaan kepada Kelompok Pengrajin Gula Aren di Desa Batulawang melalui Branding Produk dan Digital Marketing untuk Peningkatan Pendapatan Masyarakat.
Firman Aryansyah, M.Pd selaku Dosen Prodi Pendidikan Akuntansi Unigal Ciamis menyemapaikan, tahap awal kegiatan ini dimulai dengan sosialisasi mengenai pemanfaatan marketplace sebagai salah satu strategi pemasaran modern. Adapun kegiatan ini juga merupakan pendanaan dari Kemendiktisaintek tahun 2025.
“Melalui sosialisasi ini, para pengrajin diperkenalkan pada peluang penjualan online, cara kerja platform digital, serta manfaat branding produk agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” katanya, Sabtu (23/8/2025).
Firman menjelaskan, tujuan dari kegiatan sosialisasi ini adalah membekali para pengrajin dengan wawasan baru tentang pentingnya pengemasan produk yang menarik. Kemudian penciptaan identitas merek (branding), dan pemanfaatan teknologi digital sebagai media pemasaran.
“Dengan begitu, pengrajin tidak hanya terfokus pada produksi, tetapi juga mampu mengoptimalkan penjualan untuk meningkatkan nilai tambah produk gula aren,” ucapnya.
Harapan besar dari program ini adalah agar produk gula aren Batulawang dapat dikenal lebih luas melalui pasar digital, menembus konsumen di luar daerah, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal lahirnya wirausaha desa yang mandiri, inovatif, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi di era digital,” harap Firman. (Ayu/AA/Djavatoday.com)

