Berita Banjar (Djavatoday.com),- Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Banjar menggelar kegiatan Kaderisasi Tingkat Dasar (KTD) dan Konferensi Cabang (Konfercab) ke-3 di Gedung Kepemudaan KNPI Banjar, Minggu (20/7/2025).
Acara ini menjadi momentum penting dalam membentuk karakter, memperkuat ideologi, serta menyiapkan regenerasi kepemimpinan mahasiswa di wilayah Kota Banjar. Sebanyak 42 kader dari lima komisariat GMNI se-Kota Banjar mengikuti kegiatan yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari.
Ketua DPC GMNI Banjar, Kresty Amelania Putri, menegaskan bahwa kaderisasi merupakan fondasi utama dalam menjaga arah perjuangan organisasi. Menurutnya, tanpa kaderisasi yang berkelanjutan, semangat juang GMNI akan kehilangan arah.
“Kaderisasi adalah detak jantung organisasi. Ini bukan sekadar agenda tahunan, tapi esensi dari gerakan itu sendiri,” ujar Kresty.
Ia juga menyoroti pentingnya musyawarah dalam proses Konfercab sebagai ruang untuk memilih pemimpin baru yang memiliki integritas serta jiwa nasionalis yang kuat.
“Kami berharap musyawarah ini melahirkan sosok pemimpin yang benar-benar membawa semangat kebangsaan dan mampu menjaga nilai-nilai perjuangan,” lanjutnya.
Wakil Wali Kota Banjar, Supriana, turut hadir membuka acara sekaligus memberikan apresiasi atas konsistensi GMNI dalam membina generasi muda. Ia menyebut GMNI sebagai wadah strategis untuk mencetak pemimpin masa depan yang memiliki visi kebangsaan.
“Tanpa ideologi yang kokoh, generasi muda hanya akan menjadi pengikut. Kita butuh pembaru, bukan pengekor,” tegas Supriana dalam sambutannya.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta akan mengikuti berbagai sesi, seperti diskusi ideologis, pelatihan kepemimpinan, serta pemilihan formatur pengurus baru. Tema besar yang diusung tahun ini adalah “Menghidupkan Spirit Marhaenisme sebagai Arah Perjuangan Mahasiswa”.
Melalui tema tersebut, GMNI Banjar berupaya menegaskan kembali komitmennya dalam mencetak kader progresif yang siap memberikan kontribusi nyata terhadap kemajuan Kota Banjar, khususnya dalam ranah sosial-politik dan pembangunan kepemudaan.
Kresty berharap seluruh peserta mampu menyerap nilai-nilai perjuangan GMNI dan menjadi motor penggerak perubahan di tengah masyarakat.
“Ini bukan hanya soal memilih struktur kepengurusan baru, tapi tentang membangkitkan energi baru untuk memperkuat gerakan dan pengabdian,” pungkasnya. (Diana/CN/Djavatoday)

