Berita Bandung (Djavatoday.com),- Ketua Umum Barisan Muda Indonesia (BMI), H. Farkhan Evendi atau yang akrab disapa Gus Farkhan, bersama Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung, Dr. A. Hailuki, menyerahkan bantuan program Corporate Social Responsibility (CSR) kepada Pondok Pesantren Mashalihul Mursalat dalam sebuah acara religius yang berlangsung di Majelis Darul Hasyimi, Kamis malam (29/6).
Acara yang dimulai pukul 20.00 hingga 23.25 WIB ini diisi dengan rangkaian pembacaan hadroh, rotib, serta doa bersama untuk umat Islam, bangsa, dan negara. Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah tokoh penting, termasuk pemangku pondok pesantren KH Mohammad Isa Abduh Munadi, Sekretaris DPD BMI Jawa Barat Maulana Hasanuddin, Ketua BMI Kota Bandung Andi Rafiq, perwakilan MUI Kabupaten Bandung Ustaz Fauzi, pengusaha eksportir pertanian Subhan, serta puluhan jamaah majelis Darul Hasyimi.
KH Mohammad Isa dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas perhatian yang diberikan oleh para tokoh yang hadir. “Terima kasih atas bantuan dari Kang Luki, Wakil Ketua Dewan, dan semua dukungannya. Semoga barokah dan bermanfaat bagi pondok pesantren,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan penghormatannya kepada Gus Farkhan yang berkenan hadir. “Ini sebuah kehormatan. Semoga kehadiran beliau membawa barokah,” katanya.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung, Dr. A. Hailuki atau yang dikenal dengan panggilan Kang Luki, menyatakan komitmennya untuk terus mendukung pesantren. “Semoga tali silaturahmi ini semakin erat, dan saya bisa terus berkhidmat untuk pondok. Doakan ke depan bisa mengupayakan bantuan yang lebih besar lagi,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Gus Farkhan berharap kegiatan ini menjadi awal yang baik bagi kolaborasi ke depan. “Kami berterima kasih atas sambutan hangatnya. Semoga silaturahmi ini membawa manfaat dan barokah. Kami berharap bisa diterima sebagai sahabat dunia akhirat,” katanya.
Perwakilan MUI Kabupaten Bandung, Ustaz Fauzi, mengapresiasi kehadiran para tokoh nasional di pesantren. “Semoga Bapak Wakil Ketua Dewan dan rombongan selalu diberi kesehatan dan umur panjang agar bisa terus berjuang untuk umat,” tuturnya.
Sementara itu, Subhan, seorang pengusaha di bidang ekspor pertanian, melihat momen ini sebagai peluang kolaborasi antara sektor ekonomi, politik, dan pesantren. “Ini adalah karunia Allah. Semoga majelis ini bisa terus diperluas ke seluruh Indonesia,” ujarnya.
Penyerahan bantuan ini bukan hanya sekadar aksi sosial, namun juga wujud nyata sinergi antara elemen masyarakat, legislatif, dan tokoh pemuda dalam memperkuat peran pesantren sebagai pusat pembinaan umat dan pendidikan karakter. (Ayu/CN/Djavatoday)

