Kampung Naga Tasikmalaya, Wisata Kearifan Lokal yang Wajib Dikunjungi

Hallo good people. Bosen di rumah aja? Ada nih tempat wisata edukasi yang cocok untuk  kalian. Di daerah Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, ada Kampung adat yang wajib dikunjung. Adalah bernama Kampung Naga Tasikmalaya.

Kampung Naga ini tepatnya berada di Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya. Kampung adat ini berada di perbatasan kabupaten Tasikmalaya dan Garut. Berjarak 30 KM dari pusat Kota Tasikmalaya dan 26 KM dari kabupaten Garut.

Beberapa orang menghubungkan nama Kampung Naga Tasikmalaya dengan hewan naga. Namun penamaan kampung naga sebenarnya bukan berasal dari sana.

Baca Juga: Puncak Pasir Dalem Jaksa Ciharalang, Wisata Baru di Ciamis

Nama kampung ini berasal dari kata bahasa sunda “nagawir’ yang berarti “berada di jurang”.

Sebelum kalian sampai di Kampung Naga. Kalian terlebih dahulu harus menuruni beratus-ratus tangga.

Kampung Naga berupa perbukitan dan mempunyai tanah yang subuh. Sebagian lahan ini diisi dengan perumahan, pekarangan dan kolam. Sisanya digunakan untuk pesawahan.

Letak kampung ini dikelilingi oleh lembah serta terdapat sungai yang bernama Ciwulan. Sungai ini berasal dari Gunung Cikuray.

Rumah Adat di Kampung Naga Tasikmalaya

Meskipun berada di tengah kota tapi Kampung Naga tetap mempertahankan tradisinya.  Rumah-rumah yang ada tetap mempertahankan ciri khasnya.

Rumah yang ada disini begitu rapih dan tertata. Setiap rumah berhadap-hadapan dengan arah utara dan selatan. Rumah dibuat dengan sengaja berhadapan. Supaya ketika pagi dapat langsung menyapa tetangganya.

Rumah disini dibuat dengan bahan-bahan alam. Tiang rumah terbuat dari bambu dan kayu. Di Kampung Naga Tasikmalaya tidak diperbolehkan menggunakan semen sehingga dindingnya terbuat dari bilik. Serta tidak boleh memakai cat kecuali di kapur.

Atap rumah pun terbuat dari daun nipah, ijuk ataupun alang-alang.

Kepercayaan yang ada di Kampung Naga

Banyak kepercayaan yang ada di kampung adat ini. Serta pantangan atau pamali yang tidak boleh dilanggar.

Kampung adat naga hanya memperbolehkan masyarakatnya untuk mengadakan seni tradisi sendiri. Sehingga tidak boleh mengadakan acara yang berhubungan dengan tradisi luar. Seperti wayang golek, dangdutan, pencak silat dan kesenian lainnya yang menggunakan waditra goong.

Kesenian warisan leluhur di Kampung Naga antara lain beluk, angklung, terbangan dan rengkong. Ada pula pantangan hari yaitu selasa, rabu dan sabtu. Pada hari tersebut masyatakat dilarang untuk membicarakan adat istiadat.

Di kampung adat ini terdapat pula kerajinan tangan hasil masyarakat. Kerajinan ini dapat kamu beli sebagai cendramata. Nah itu dia seputar Kampung Naga Tasikmalaya. Untuk Kalian yang menjadi kan ini sebagai destinasi selanjutnya jangan lupa untuk menyiapkan bekal ya. Karena perjalanan menuruni tangga cukup melelahkan. Stay safe. (Pas/Djavatoday)

Cek Videonya Disini:

Libur Panjang Mei, Puluhan Ribu Wisatawan Padati Objek Wisata Pangandaran

Berita Pangandaran (Djavatoday.com),- Libur panjang akhir pekan bertepatan dengan momentum Kenaikan Isa Almasih 2026 membawa berkah bagi sektor pariwisata di Kabupaten Pangandaran. Ribuan wisatawan...

Long Weekend, Wisatawan Serbu Puncak Bangku Ciamis Berburu Panorama Negeri di Atas Awan

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Momen libur panjang akhir pekan dimanfaatkan sejumlah warga untuk menikmati wisata alam di Kabupaten Ciamis. Salah satu destinasi yang ramai dikunjungi...

Rekomendasi Wisata Hutan Pinus Buat Kamu yang Butuh Healing di Akhir Pekan

Aktivitas padat acapkali membuat pikiran terasa ramai dan tubuh cenderung mudah lelah. Setiap orang pasti membutuhkan waktu untuk beristirahat sejenak dari tugas belajar, pekerjaan,...

Long Weekend di Ciamis, Ini Rekomendasi Curug yang Cocok Dikunjungi

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Memasuki bulan Mei, momen libur panjang atau long weekend menjadi waktu yang paling dinanti banyak orang untuk berlibur bersama keluarga maupun...

Terbaru