Google kembali menghadirkan inovasi terbaru dalam dunia kecerdasan buatan (AI) dengan memperkenalkan Gemini dengan Personalisasi.
Gemini dengan Personalisasi merupakan sebuah fitur eksperimental yang dirancang untuk memahami kebutuhan pengguna dengan lebih baik.
Fitur ini memungkinkan Gemini untuk tidak hanya memahami instruksi pengguna dalam percakapan, tetapi juga menganalisis pola interaksi sehari-hari pengguna dengan perangkat mereka.
Dengan kata lain, Gemini kini mampu menawarkan respons yang lebih relevan berdasarkan kebiasaan digital penggunanya.
Cara Kerja Gemini dengan Personalisasi
Fitur ini didukung oleh model eksperimental Gemini 2.0 Flash Thinking dan bersifat opt-in, yang berarti pengguna harus secara aktif mengaktifkannya untuk mulai digunakan.
Pengguna yang tertarik dapat masuk ke Gemini Apps, lalu memilih opsi Personalisasi (eksperimental) dari menu yang tersedia.
Setelah diaktifkan, Gemini akan menganalisis riwayat pencarian pengguna sebelum menyusun respons, memastikan bahwa jawabannya lebih kontekstual dan relevan.
Namun, Google menegaskan bahwa penggunaan riwayat pencarian hanya akan terjadi jika sistem AI-nya menentukan bahwa informasi tersebut benar-benar dapat meningkatkan kualitas respons.
Google juga menyatakan bahwa fitur ini akan terus dikembangkan berdasarkan umpan balik pengguna, sehingga dapat memberikan manfaat maksimal dalam jangka panjang.
Dalam beberapa bulan mendatang, Google berencana memperluas jangkauan integrasi Gemini dengan layanan lain, seperti Google Photos dan YouTube.
Keamanan dan Privasi, Transparansi dalam Penggunaan Data
Dengan akses ke riwayat pencarian pengguna, muncul kekhawatiran terkait privasi dan keamanan data.
Menanggapi hal ini, Google menegaskan bahwa pengguna memiliki kendali penuh atas fitur ini dan dapat memutuskan koneksi Gemini dari riwayat pencarian kapan saja.
Saat fitur ini aktif, akan ada banner pemberitahuan yang menyediakan tautan untuk dengan mudah menghapus integrasi riwayat pencarian.
Selain itu, pengguna juga dapat mengedit riwayat pencarian mereka secara manual, memberikan lapisan kontrol tambahan.
Google juga akan menampilkan notifikasi yang meminta persetujuan pengguna sebelum menghubungkan Gemini dengan aplikasi lain atau riwayat pencarian.
Serta menyediakan ringkasan lengkap tentang sumber data yang digunakan untuk menyusun respons AI.
Siapa yang Dapat Mengakses Fitur Ini?
Gemini dengan Personalisasi saat ini tersedia sebagai fitur eksperimental bagi pelanggan Gemini dan Gemini Advanced di web.
Google berencana untuk merilisnya secara bertahap di perangkat seluler dalam waktu dekat.
Namun, fitur ini tidak tersedia bagi pengguna di bawah usia 18 tahun, serta pengguna Google Workspace dan Google Education.
Peluncuran fitur personalisasi ini membawa Gemini selangkah lebih dekat untuk menjadi asisten digital yang lebih intuitif dan terintegrasi dalam rutinitas pengguna.
Google tampaknya ingin menciptakan ekosistem AI yang lebih adaptif, mirip dengan konsep “personal intelligence” yang diperkenalkan oleh Apple melalui Apple Intelligence.
Namun, Apple masih tertinggal dalam hal pengembangan asisten digital yang benar-benar interaktif dan responsif.
Saat ini, Apple Intelligence masih terbatas pada fitur seperti Genmoji, Image Playground, ringkasan notifikasi, alat bantu penulisan, transkripsi voicemail, Visual Intelligence, dan integrasi dengan ChatGPT.
Bahkan, peningkatan besar pada Siri yang telah lama dinantikan dikonfirmasi akan mengalami penundaan dalam peluncurannya.
Selain fitur personalisasi, Google juga mengumumkan berbagai pembaruan lainnya untuk Gemini, termasuk akses yang lebih luas ke fitur Deep Research dan Gems.

