Anthropic kembali menggebrak industri kecerdasan buatan dengan merilis Claude 3.7 Sonnet, model AI terbaru yang diklaim mampu menangani masalah yang lebih kompleks dibandingkan versi sebelumnya.
Model ini membawa peningkatan signifikan dalam berbagai aspek, terutama dalam pemecahan masalah matematika dan pemrograman, menjadikannya lebih unggul dibanding pendahulunya.
Selain menghadirkan model terbaru, Anthropic juga memperkenalkan Claude Code, sebuah alat pemrograman berbasis AI yang masih dalam tahap uji coba terbatas.
Berbeda dengan alat coding AI lainnya seperti Cursor yang juga didukung oleh teknologi Anthropic, Claude Code dirancang sebagai mitra kolaboratif aktif.
Alat ini memiliki kemampuan untuk membaca dan mencari kode, mengedit file, menulis dan menjalankan pengujian, melakukan commit serta push ke GitHub, hingga menggunakan perintah command line.
Ketersediaan dan Biaya Penggunaan
Claude 3.7 Sonnet sudah bisa digunakan mulai Senin ini melalui aplikasi Claude serta tersedia untuk pengembang melalui Anthropic API, Amazon Bedrock, dan Google Cloud Vertex AI.
Menariknya, meskipun menghadirkan peningkatan performa, biaya penggunaan model ini tetap sama dengan Claude 3.5 Sonnet, yakni $3 per juta token input dan $15 per juta token output.
Pendekatan Berbeda dalam Model AI
Dalam industri AI, beberapa perusahaan seperti OpenAI menawarkan model khusus untuk reasoning (penalaran).
Namun, Anthropic memilih pendekatan yang lebih terpadu dengan mengintegrasikan kemampuan reasoning langsung ke dalam model AI mereka.
Dianne Penn, Kepala Riset Produk di Anthropic, menjelaskan bahwa reasoning adalah bagian integral dari kecerdasan buatan dan bukan fitur terpisah.
Ia mencontohkan, Claude harus bisa menjawab pertanyaan sederhana seperti “Jam berapa sekarang?” dengan cepat, tetapi juga mampu menangani permintaan lebih kompleks seperti “Rencanakan perjalanan dua minggu ke Italia dengan mempertimbangkan cuaca di akhir Maret.”
Kemampuan Claude 3.7 Sonnet yang Lebih Canggih
Menurut Penn, Claude 3.7 Sonnet menunjukkan peningkatan performa yang signifikan dalam beberapa bidang, terutama dalam pemrograman berbasis agen (agentic coding), keuangan, dan hukum.
Meskipun model ini belum memiliki fitur pencarian web secara real-time seperti beberapa pesaingnya, Claude 3.7 memiliki pengetahuan yang diperbarui hingga Oktober 2024, menjadikannya lebih relevan dalam memberikan jawaban.
Anthropic juga memberikan kontrol lebih besar kepada pengembang untuk menentukan cara berpikir model ini melalui fitur “scratchpad”. Bahkan, pengembang dapat mengatur seberapa cepat Claude memberikan respons.
“Kadang-kadang, pengembang ingin memastikan bahwa model tidak butuh lebih dari 200 milidetik untuk menjawab sebuah pertanyaan,” ujar Michael Gerstenhaber, Wakil Presiden Produk di Anthropic. “Itu bukan hanya keputusan teknis, tetapi juga keputusan produk.”
Penggunaan Claude 3.7 Sonnet di Internal Anthropic
Di dalam perusahaan, para karyawan Anthropic sudah memanfaatkan model ini untuk berbagai keperluan, termasuk merancang desain website, membangun game interaktif, serta menghabiskan waktu hingga 45 menit untuk pekerjaan coding secara iteratif, seperti membangun set pengujian dan mengedit kasus uji coba.
Sebagai bagian dari pengujian internal, tim Anthropic bahkan mencoba menghubungkan API Claude dengan skema kontroler game Pokémon lawas.
Hasilnya, Claude 3.5 Sonnet tidak mampu keluar dari Pallet Town, sedangkan Claude 3.7 Sonnet berhasil mengalahkan beberapa pemimpin gym, menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan reasoning dan pengambilan keputusan.
Persaingan Ketat dalam Perlombaan AI
Perlombaan dalam industri kecerdasan buatan terus bergerak dengan kecepatan luar biasa. Elon Musk baru saja memperkenalkan Grok-3 minggu lalu, tetapi dengan hadirnya Claude 3.7 Sonnet, Anthropic kembali mengambil posisi terdepan.
Peluncuran model ini juga menjadi indikator bahwa tren industri mulai bergeser. Alih-alih menghadirkan model reasoning terpisah, perusahaan kini berlomba untuk mengembangkan AI serbaguna yang mampu melakukan berbagai tugas dalam satu sistem yang terpadu.
Dengan kemampuan reasoning yang semakin matang dan fleksibilitas yang lebih tinggi bagi pengembang, Claude 3.7 Sonnet tampaknya menjadi salah satu model AI yang paling canggih dan kompetitif saat ini.

