Anak yang keras kepala bukan berarti nakal, itu hanya cara mereka berekspresi agar lebih didengar dan dimengerti. Setiap anak pasti memiliki karakter yang berbeda. Ada yang pendiam, pemalu, kalem, tenang dan mudah diatur, ada pula yang hiperaktif, percaya diri, sampai yang cenderung sulit diajak bicara dan keras kepala. Anak-anak yang keras kepala biasanya bersikeras dengan apa yang diinginkannya, sulit menerima pendapat orang lain, bahkan berani menentang. Namun, sikap keras kepala pada anak bisa diatasi dengan pendekatan yang tepat dan pengertian dari orang tua. Maka dari itu, mengatasi anak yang keras kepala tidak bisa dilakukan dengan penuh emosi. Sebaiknya orang tua mengarahkannya dengan kepala dingin agar mereka bisa patuh dan lebih disiplin.
Cara Mendidik Anak yang Keras Kepala
Meski terlihat sulit, anak yang keras kepala bisa diarahkan dengan kesabaran, konsistensi, hingga pendekatan yang bijak. Berikut merupakan sederet cara yang bisa dilakukan untuk mendidik anak yang keras kepala.
Bangun Komunikasi Dua Arah
Membangun komunikasi yang sehat dengan anak merupakan sebuah keharusan yang tak boleh dilewatkan, apalagi jika anak sudah menunjukkan sisi kerasnya. Cobalah untuk mendengarkan apa yang mereka rasakan tanpa menghakimi. Gunakan bahasa yang lembut saat berkomunikasi, namun apabila di beberapa situasi anak sulit dinasihati, selipkan nada tegas tanpa memarahinya. Komunikasi dua arah bukan hanya soal mengobrol, tetapi juga bermanfaat untuk membangun kepercayaan dan kedekatan emosional.
Terapkan Disiplin Konsisten, Bukan Hukuman
Anak yang keras kepala sering kali memberontak jika dihadapkan dengan kekerasan. Maka itu bukanlah cara mendidik yang benar. Jika ingin anak tetap patuh dan disiplin, terapkan aturan yang konsisten. Hal ini jauh lebih efektif dibanding memberinya hukuman. Memberlakukan aturan juga bertujuan agar anak tahu batasan yang jelas, dengan begitu mereka dapat belajar untuk menyesuaikan diri.
Berikan Pilihan, Bukan Perintah
Tips yang bisa dilakukan orang tua dalam mendidik anak yang keras kepala selanjutnya adalah memberikan pilihan, alih-alih perintah. Sikap keras kepala pada anak bisa makin menjadi jika mereka diperintah secara langsung. Maka cara tepat mengatasinya adalah memberikan pilihan, membebaskannya untuk tetap memiliki kontrol atas dirinya sendiri, namun dalam batas yang telah ditentukan. Misalnya menanyakan kepada mereka, mau mandi sekarang atau 5 menit lagi?
Berikan Teladan yang Baik
Tak dapat dipungkiri, anak adalah peniru ulung yang acapkali mencontoh orang tua. Jika ingin anak patuh dan disiplin, maka tunjukkan pula sikap yang sejalan dengan prinsip tersebut. Jangan berbicara dengan nada membentak ketika meminta anak untuk tidak marah-marah. Karena itu bisa membuat mereka semakin menentang. Berikan teladan yang baik dengan tidak hanya mengandalkan ucapan, tapi juga tindakan yang bijak.
Sabar dan Jangan Menyerah
Mendidik anak bukanlah hal yang instan, terutama jika mereka memiliki sikap keras kepala. Sebagai orang tua, anda tentu memerlukan waktu, tenaga, pikiran, dan kesabaran. Jika orang tua menyerah terlalu cepat, anak akan menangkap bahwa batasan bisa dinegosiasikan terus-menerus. Sebaliknya, jika orang tua menunjukkan kesabaran dan pendekatan yang tepat, anak akan tumbuh menjadi pribadi yang tahu aturan, tetapi juga mandiri dalam berpikir.
Anak yang keras kepala membutuhkan pendekatan yang berbeda dalam proses belajar menjadi pribadi yang disiplin dan patuh. Lewat komunikasi yang terbuka, aturan yang konsisten, dan kasih sayang yang tidak bersyarat, anak akan belajar bahwa disiplin bukanlah paksaan, melainkan cara untuk berproses dan hidup lebih baik. (Karin/Djavatoday)

