Polres Ciamis Pasang Pipa 300 Meter, Bantu Warga Mekarjadi Atasi Krisis Air

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Warga Desa Mekarjadi, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis, tak lagi harus bersusah payah naik turun jalan untuk mengambil air bersih dari mata air Cirumanja.

Polres Ciamis memasang jaringan pipa sepanjang kurang lebih 300 meter yang menghubungkan mata air tersebut dengan permukiman warga. Pemasangan dilakukan di Sedekan Kebon Kalapa, RT 22, Desa Mekarjadi, Rabu (9/9/2026).

Kapolres Ciamis AKBP Eko Iskandar mengatakan, bantuan tersebut diberikan setelah polisi menerima informasi mengenai kesulitan warga mendapatkan air bersih, terutama saat musim kemarau.

Selama ini, warga harus berjalan menuju sumber air yang letaknya berada di bawah permukiman. Air kemudian dibawa menggunakan ember dengan berjalan kembali melewati medan yang cukup menanjak.

“Sehari-hari masyarakat itu mengambil air harus naik turun sambil membawa ember. Apalagi ini musim kering, jadi sangat kesulitan,” kata Eko saat ditemui di lokasi, Rabu.

Melihat kondisi tersebut, Polres Ciamis kemudian membuat jaringan pipanisasi agar air dari mata air bisa dialirkan lebih dekat ke permukiman. Selain jaringan pipa, polisi juga menyediakan toren dengan kapasitas 1.000 liter sebagai tempat penampungan.

Fasilitas itu diperkirakan bisa membantu kebutuhan sekitar 80 kepala keluarga atau kurang lebih 400 jiwa.

“Ini mudah-mudahan bermanfaat bagi masyarakat di Desa Mekarjadi,” ujar Eko.

Menurut Eko, kapasitas penampungan maupun jaringan pipa tersebut masih memungkinkan untuk dikembangkan. Polisi akan melihat kebutuhan warga terlebih dahulu sebelum memutuskan penambahan jaringan atau membuat percabangan saluran.

Dalam penanganan persoalan air bersih, Polres Ciamis juga menggandeng pemerintah daerah dan berbagai elemen masyarakat. Sejumlah pengusaha di Kabupaten Ciamis turut diajak untuk ikut berkontribusi.

“Kami akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah, termasuk elemen-elemen masyarakat yang ada di Kabupaten Ciamis, bagaimana kita memberikan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

Kekeringan Melanda 15 Kecamatan

Eko menyebut persoalan kekeringan saat ini terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Ciamis. Berdasarkan data yang diterima kepolisian, terdapat 15 kecamatan yang terdampak, mencakup sekitar 35 desa dan 40 dusun.

Polres Ciamis pun telah menyiapkan sejumlah lokasi yang dinilai membutuhkan bantuan serupa. Mekarjadi menjadi salah satu titik yang sebelumnya disurvei karena kondisi geografisnya cukup menyulitkan warga.

Jarak menuju sumber air relatif jauh dan warga harus melewati jalan yang menurun. Kondisi tersebut menjadi persoalan tersendiri bagi warga lanjut usia.

“Ini salah satunya karena kita sudah survei juga. Jalannya cukup jauh dan turun. Sangat susah, khususnya bagi masyarakat yang sudah usia,” ujar Eko.

Sebelumnya, Polres Ciamis juga membuat sumur bor di Desa Mangunjaya, Kecamatan Cisaga. Sumur tersebut kini sudah mengeluarkan air dan dapat dimanfaatkan warga untuk kebutuhan sehari-hari.

Eko memastikan penanganan persoalan air bersih akan terus dilakukan di titik-titik lain dengan menyesuaikan kondisi dan kebutuhan masyarakat.

Sumur Warga Ikut Mengering

Pengurus air setempat, Ajat Sudrajat, mengatakan kekurangan air hampir selalu terjadi setiap musim kemarau. Persoalan semakin terasa ketika hujan tidak turun dalam waktu lama.

“Setiap kemarau kejadian membutuhkan air sangat terus-menerus. Di sini sangat dibutuhkan air,” kata Ajat.

Ia mengatakan sebagian besar sumur milik warga yang rata-rata memiliki kedalaman sekitar 15 meter kini mengering. Kondisi itu membuat warga lebih banyak mengandalkan mata air Cirumanja.

“Sumur-sumur di sini pada punya, cuma kering semua. Kedalaman sumur biasa itu 15 meter, sudah tidak ada air,” ujarnya.

Berbeda dengan sumur warga, mata air Cirumanja sejauh ini masih mengalir dan menjadi sumber air yang diandalkan masyarakat. Sebelum ada pipanisasi, warga harus turun langsung ke lokasi untuk mengambil air, lalu membawanya kembali ke rumah.

“Alhamdulillah sumber air Cirumanja, setahu saya tidak pernah surut,” kata Ajat.

Kini, dengan adanya jaringan pipa dan tempat penampungan, warga memiliki akses air yang jauh lebih mudah. Mereka tidak perlu lagi bolak-balik menempuh jalan menuju sumber air seperti sebelumnya.

“Selaku warga di sini saya sangat mengucapkan banyak-banyak terima kasih, terutama kepada semua yang betul-betul peduli kepada masyarakat,” ujarnya. (Ayu/CN/Djavatoday)

Bayi Laki-laki Ditemukan dalam Kardus di Depan Rumah Kadus Karangkamulyan Ciamis

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Tangisan bayi terdengar dari depan rumah Kepala Dusun Karangkamulyan, Desa Karangkamulyan, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Sabtu (26/9/2026) dini hari. Setelah dicek,...

Semen Padang Bidik 3 Poin di Ciamis, Nil Maizar Waspadai Eze

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Semen Padang FC membawa misi meraih tiga poin saat menghadapi PSGC Ciamis pada laga ketiga Liga 2 Indonesia 2026/2027. Duel kedua...

Tak Gentar Hadapi Semen Padang, PSGC Ciamis Incar 3 Poin di Stadion Galuh

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- PSGC Ciamis tak gentar menghadapi Semen Padang FC pada laga ketiga Liga 2 Indonesia 2026/2027. Kedua tim akan bertemu di Stadion...

Warga Sukamulya Kompak, Polres Ciamis Sabet Juara II Kampung Tertib Lalu Lintas

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Keguyuban warga Desa Sukamulya, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis, ikut mengantarkan Satlantas Polres Ciamis meraih prestasi di tingkat Jawa Barat. Satlantas Polres Ciamis...

Terbaru