5 Rekomendasi Novel yang Mengangkat Tema Politik, Bikin Wawasan Bertambah! 

Novel yang mengangkat tema Politik. Politik sering kali disebut sebagai ilmu tentang bagaimana cara memperoleh, mempertahankan, dan menggunakan kekuasaan. Bagi beberapa orang, politik adalah hal yang menarik untuk dipelajari, bahkan memberikan manfaat nyata, seperti meningkatkan kesadaran sosial, melatih kepemimpinan dan negosiasi, hingga mewujudkan perubahan. Namun, banyak pula yang beranggapan bahwa politik adalah hal yang rumit, apalagi jika dibicarakan di ruang formal dengan segala istilah yang belum lazim. Tapi, kalau mau meningkatkan pemahaman tentang dunia politik, kamu bisa belajar lewat hal-hal yang menghibur dan menyenangkan, salah satunya yaitu membaca karya sastra.

Karya sastra seperti novel biasanya menyajikan isu-isu politik yang sudah dikemas dengan lebih hidup, dekat dengan realitas, dan menyentuh sisi manusiawi. Novel-novel Indonesia banyak yang lahir dari kegelisahan penulis terhadap kondisi sosial dan politik bangsa. 

5 Rekomendasi Novel yang Mengangkat Tema Politik

Kamu mungkin sering membaca novel untuk menghibur diri, misalnya novel genre romantis ketika sedang jatuh cinta. Nah, kali ini, coba deh, pilih bacaan yang bisa memperluas sudut pandang, seperti lima novel bertema politik berikut ini!

86, Okky Madasari

Novel yang mengangkat tema politik satu ini merupakan salah satu karya populer dari seorang novelis sekaligus sosiolog Indonesia bernama Okky Madasari. Meski hanya terdiri dari dua angka, yakni delapan dan enam, novel ini sangat kompleks dalam mengisahkan praktik kecurangan politik yang tersembunyi. Novel 86 bercerita tentang Arimbi, seorang juru ketik di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Arimbi adalah sosok yang dibanggakan oleh orang tua dan orang-orang di kampung. Ia adalah tempat digantungkannya pesan dan harapan oleh banyak orang. Mereka hanya tidak tahu, bahwa Arimbi yang lugu ini, justru menjadi bagian dari mereka yang haus akan uang.

Pulang, Leila S. Chudori

Novel Pulang karya Leila S. Chudori akan membuat kamu tahu betapa kelamnya sejarah Indonesia, di mana kehidupan para buronan politik yang bertualang dari negara satu ke negara lainnya menjadi fokus utama. Novel Pulang mengajak pembacanya untuk mengingat tragedi September 1965, yakni penculikan para jenderal, serta masa kerusuhan 1998 yang disebabkan akibat penembakan terhadap empat mahasiswa Trisakti. 

Laut Bercerita, Leila S. Chudori

Belakangan ini, novel Laut Bercerita sangat menarik perhatian banyak orang. Tak hanya memiliki alur yang bagus, tokoh di dalamnya seolah menetap dan tidak bisa lepas dari ingatan. Berisi tentang era reformasi di tahun 1998 yang penuh akan tragedi, Leila menegaskan bahwa novel ini hanya fiksi sejarah, tetapi ia menulis berdasarkan pada fakta yang ada. Leila bahkan melakukan riset wawancara terlebih dahulu secara langsung pada korban yang berhasil kembali atau kerabat korban.

Orang-Orang Proyek, Ahmad Tohari

Novel yang mengangkat tema politik dengan judul Orang-orang Proyek merupakan bentuk kritik Ahmad Tohari terhadap segelintir orang yang haus akan uang. Dalam novel ini, Ahmad Tohari menyoroti pembangunan jembatan yang sarat akan kepentingan politik dan korupsi. Pembangunan yang seharusnya menyejahterakan rakyat justru dimanfaatkan oleh para tikus kantor yang melakukan penyelewengan hingga penggelapan dana. 

Negeri Para Bedebah, Tere Liye

Tere Liye memang cerdas dalam meramu cerita penuh intrik dan ketegangan. Di tengah skandal besar yang mengguncang negeri, seorang konsultan keuangan brilian bernama Thomas yang harus berjuang membersihkan nama baik keluarganya. Dalam perjalanan penuh konspirasi ini, Thomas berusaha mengungkap kebenaran, menghadapi musuh yang berbahaya, dan bertahan dari permainan politik yang kejam. 

Novel yang mengangkat tema politik bukan hanya menyajikan kisah kelam sejarah, tapi juga mengajak kita sebagai pembaca untuk merenungkan hubungan antara kekuasaan, ideologi, dan kehidupan manusia. (Karin/Djavatoday)

Mengenal Hari Museum Nasional, Sejarah, Tujuan, dan Pentingnya Menjaga Warisan Budaya

Hari Museum Nasional menjadi salah satu momentum untuk mengenal lebih dekat keberadaan museum sebagai tempat menyimpan, merawat, dan memperkenalkan warisan sejarah serta kebudayaan kepada...

Mengenal Hari Anak Perempuan Internasional, Sejarah, Tujuan, dan Pentingnya Kesetaraan

Hari Anak Perempuan Internasional atau International Day of the Girl Child diperingati setiap 11 Oktober. Peringatan ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang...

Mengenal Hari Tunawisma Sedunia, Momentum Peduli Mereka yang Kehilangan Tempat Tinggal

Setiap orang membutuhkan tempat untuk pulang, beristirahat, dan merasa aman. Namun, tidak semua orang memiliki kesempatan untuk menikmati kebutuhan dasar tersebut. Di berbagai belahan...

Mengenal Hari Pos Sedunia 9 Oktober, Sejarah dan Peran Layanan Pos di Era Digital

Setiap 9 Oktober, masyarakat dunia memperingati Hari Pos Sedunia atau World Post Day. Peringatan ini menjadi momen untuk mengenang perjalanan panjang layanan pos dalam...

Terbaru