Deadliners merupakan julukan untuk orang-orang yang memiliki kebiasaan menunda-nunda. Kamu mungkin sering mendengar pelajar atau mahasiswa yang tidak melakukan apa-apa pada tugasnya sebelum mendekati batas waktu (deadline). Hal ini dikarenakan pola belajar yang terlewat santai, manajemen waktu yang kurang baik, kurangnya motivasi, hingga rasa malas.
Seorang deadliners biasanya merasa lebih semangat dan terdorong jika mengerjakan tugas menjelang batas waktu yang telah disepakati. Mereka menganggap situasi mendesak mampu meningkatkan adrenalin dan memicu kreativitas. Padahal, mengerjakan tugas di bawah tekanan waktu dapat memicu beberapa dampak buruk yang berpengaruh pada kesehatan fisik dan mental.
Dampak Buruk Jadi Deadliners
Mengerjakan tugas mepet deadline sudah menjadi hal lumrah yang tidak lagi diherankan. Namun, jika dilakukan terus-menerus, kebiasaan menunda ini tidak hanya berdampak pada manajemen waktu yang kurang baik, tetapi juga membawa dampak buruk bagi kesehatan fisik dan mental.
Mengganggu Kesehatan Fisik
Dampak buruk menjadi deadliners cukup berpengaruh pada kesehatan fisik. Ketika sudah mendekati batas waktu, kamu mungkin secara tidak sadar terlalu memforsir tubuhmu karena takut tugas tidak selesai. Mulai dari duduk berjam-jam tanpa jeda, lupa makan nasi, atau terlalu bergantung pada camilan instan yang tidak menyehatkan. Akibatnya, tubuh jadi mudah lelah dan kekurangan nutrisi.
Meningkatkan Tekanan Psikologis
Dampak buruk menjadi deadliners selanjutnya yaitu meningkatkan tekanan psikologis. Mengingat tidak punya banyak waktu untuk menyelesaikan tugas, kamu cenderung merasa cemas, panik, dan tegang. Jika hal ini dibiarkan, pikiran akan terasa penuh, memicu stres, dan berpotensi menurunkan kemampuan konsentrasi. Bukannya produktif, kamu malah mudah terdistraksi hingga burnout.
Kualitas Tidur Tidak Optimal
Selain meningkatkan tekanan psikologis, kebiasaan menunda turut berpengaruh pada kualitas tidur. Saat mepet deadline, kamu mungkin akan bablas tanpa peduli waktu sebelum tugas selesai. Deadliners memang hobi sekali begadang, padahal risikonya tubuh akan mudah lelah dan kurang berenergi saat menjalani aktivitas di esok hari. Tak hanya itu, kurangnya waktu tidur juga bisa membuat daya ingat menurun, memperburuk suasana hati, hingga masalah metabolisme.
Menurunkan Kualitas Hasil
Dampak buruk menjadi deadliners lainnya adalah menurunkan kualitas hasil karena dikerjakan dengan waktu terbatas dan terburu-buru. Pada akhirnya, yang kamu pikirkan hanyalah tugas selesai, entah bagaimanapun hasilnya. Kamu juga cenderung terkecoh, berpikir sempit, dan kurang mengembangkan potensi diri. Maka dari itu, kebiasaan menunda perlu dicukupkan agar tidak menurunkan produktivitas.
Mempengaruhi Rasa Percaya Diri
Tidak kalah penting, menjadi deadliners juga berisiko menurunkan tingkat percaya diri. Ketika kamu terbiasa bekerja di bawah tekanan ekstrem, kamu mungkin merasa tidak pernah benar-benar siap. Rasa bersalah atau penyesalan setelah melewati tenggat waktu pun bisa muncul, hingga pada akhirnya kondisi mental akan berubah buruk. Kamu jadi kurang percaya diri dengan dirimu sendiri.
Itu dia dampak buruk menjadi deadliners yang berpengaruh pada kesehatan fisik dan mental! Yuk, tinggalkan kebiasaan menunda dengan mulai membuat jadwal realistis dan memberi jeda pada tubuh untuk beristirahat tanpa berleha-leha! (Karin/Djavatoday)

