5 Jenis Tanaman Palawija yang Bisa ditanam di Kebun Belakang Rumah untuk Konsumsi Sehari-hari

Jenis tanaman Palawija ialah sekelompok tanaman yang bisa menjadi alternatif pengganti nasi. Palawija berasal dari Bahasa Sanskerta, “phaladwija” yang berarti tanaman kedua. Hal ini dikarenakan tanaman-tanaman yang termasuk palawija sering kali ditanam setelah panen padi demi menjaga kesuburan tanah pada musim kemarau. Palawija dikenal sebagai jenis tanaman yang memiliki daya tahan tinggi terhadap kondisi kering dan bisa tumbuh di berbagai jenis tanah, bahkan cocok ditanam di belakang rumah.

Jenis tanaman palawija seperti kacang-kacangan dan umbi-umbian tidak hanya bermanfaat sebagai sumber karbohidrat selain nasi, tapi juga membantu menjaga keseimbangan ekosistem tanah karena mampu meningkatkan kandungan nitrogen secara alami. Kalau kamu punya lahan kosong di belakang rumah, manfaatkan saja untuk menanam palawija. Tanaman palawija tidak memerlukan banyak asupan air dan mudah untuk ditanam. Selain itu, tanaman palawija juga bisa menjadi sumber pangan untuk dikonsumsi sehari-hari.

5 Jenis Tanaman Palawija yang Bisa ditanam di Kebun Belakang Rumah

Ada banyak keuntungan yang bisa kamu dapatkan jika memiliki tanaman yang bisa dikonsumsi. Saat kamu memutuskan untuk menanam sendiri, kamu dapat memastikan bahan makanan yang dikonsumsi lebih segar, bebas pestisida, dan lebih hemat biaya. Nah! Palawija menjadi tanaman yang bisa menjadi sumber pangan untuk kamu dan keluarga di rumah. Berikut beberapa jenisnya!

Ubi jalar

Jenis tanaman palawija yang bisa ditanam di kebun belakang rumah salah satunya yaitu ubi jalar. Ubi termasuk tanaman yang tumbuh dengan cepat, biasanya dipanen kurang lebih setelah 90 hari ditanam. Nah! Supaya ubi bisa tumbuh besar, sebaiknya jangan tanam ubi berdekatan dengan tanaman lain. Pastikan tidak ada akar tanaman lain yang mengganggu masa pertumbuhannya. Setelah dipanen, kamu bisa mengolahnya menjadi olahan kukus yang sehat atau mengkreasikannya menjadi camilan yang nikmat.

Singkong

Jenis tanaman palawija lain yang satu ini masih satu rumpun dengan ubi, yakni umbi-umbian. Singkong sangat mudah untuk dirawat. Untuk mulai menanam singkong, kamu memerlukan stek dari tanaman indukan, lalu potong-potong hingga ukurannya kecil dan tanam kembali di dalam tanah. Tidak hanya mudah ditanam, singkong juga menjadi salah satu jenis tanaman palawija yang hasilnya banyak diolah menjadi kuliner tradisional, seperti gethuk, tiwul, combro, dan macam-macam.

Kentang

Kentang dikenal sebagai bahan olahan yang banyak diminati oleh berbagai kalangan karena rasa dan teksturnya yang netral. Kentang cocok diolah menjadi makanan gurih, manis, bahkan pedas. Jika ingin menanam kentang, sediakan dulu bibit dan pupuk. Gali tanah hingga kedalaman kurang lebih sepuluh cm, kemudian tanam bibitnya. Lakukan penyiraman dan pemberian pupuk secara teratur untuk hasil yang optimal.

Talas

Jenis tanaman palawija yang juga dikenal sebagai perasa taro pada makanan dan minuman ini juga bisa ditanam di kebun belakang rumah, lho! Talas cukup mudah dibudidayakan, cukup siapkan bibit talas yang sudah tumbuh kuncup, lalu tanamkan dengan posisi kuncupnya berada di atas permukaan tanah. Ada banyak juga olahan talas yang lezat, terutama camilan seperti bolu, kolak, kue, dan lainnya.

Wortel

Bibit tanaman wortel memiliki ukuran kecil yang membuat proses penanamannya tidak terlalu dalam. Saat menanam wortel, usahakan tiga perempat bagian pada setiap bibitnya mendapatkan kelembapan yang baik. Selain menjadi sayur yang biasa ada di dalam sup, wortel juga bisa diolah menjadi nugget hingga minuman menyegarkan seperti jus dan sari wortel.

Itu dia lima jenis tanaman palawija yang bisa ditanam di kebun belakang rumah. Tidak hanya mudah dirawat, tanaman-tanaman di atas juga memiliki peluang besar untuk memenuhi asupan pangan sehari-hari. Yuk, mulai manfaatkan lahan di rumah untuk hidup yang lebih produktif! (Karin/Djavatoday)

Libur Lebaran Usai, Saatnya Kembali ke Aktivitas Rutin dengan Persiapan Matang

Libur panjang Idulfitri telah berlalu. Setelah beberapa hari diisi dengan kebersamaan, silaturahmi, dan suasana santai, kini saatnya kembali menjalani aktivitas seperti biasa. Momen libur...

5 Tips Mengatasi Demam Panggung agar Tidak Takut Menjadi Pusat Perhatian

Demam panggung merupakan salah satu keluhan yang acapkali dialami banyak orang. Demam panggung ialah istilah yang menggambarkan perasaan cemas, gugup, gemetar, hingga pikiran yang...

Tidak Hanya Merusak Rambut, Berikut Efek Samping Tidur Saat Rambut Masih Basah! 

Banyak orang terbiasa mencuci rambut pada malam hari karena kegiatan yang terlalu padat. Selain menyegarkan, keramas pada malam hari juga umumnya dilakukan untuk membersihkan...

Berikut 5 Tips Perjalanan Mudik agar Aman dan Tak Terkendala

Mudik atau pulang kampung sudah menjadi kebiasaan bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Para pekerja, mahasiswa, dan mereka yang merantau jauh dari rumah biasanya pulang...

Terbaru