Bahaya gaya hidup konsumtif tidak hanya memengaruhi kondisi keuangan loh. Lebih daripada itu, perilaku konsumtif akan menimbulkan dampak lain. Konsumtif berasal dari kata “konsumsi” yang artinya memakai, menggunakan, atau membeli. Sementara itu gaya hidup konsumtif diartikan sebagai kebiasaan seseorang yang selalu berbelanja secara berlebihan atau boros.
Pembelian ini dilakukan untuk barang yang sebenarnya tidak penting sehingga jika kita tidak membelinya pun tidak akan berdampak apa-apa. Saat ini platform sosial media meluas, termasuk dalam hal jual beli barang. Kamu bisa mendapatkan barang apapun hanya dalam sekali klik. Kemudahan ini justru dapat membuat risiko seseorang berperilaku konsumtif.
Dalam jangka pendek mungkin perilaku konsumtif ini tidak berdampak negatif, namun lama-kelamaan hal ini akan menjadi toxic. Mereka akan menjadikan belanja sebagai suatu kebiasaan yang pada akhirnya merusak ekonomi. Selain itu, ada beberapa dampak lain yang bisa kamu rasakan.
Bahaya Gaya Hidup Konsumtif
Berikut beberapa bahaya gaya hidup konsumtif yang perlu segera kamu hindari.
Boros
Bahaya gaya hidup konsumtif yang pertama yaitu boros. Boros merupakan perilaku menggunakan uang untuk hal-hal yang sebenarnya tidak perlu. Sifat boros ini kemudian akan berdampak pada rusaknya ekonomi mu.
Pemborosan ini akan membuatmu sulit untuk menyisihkan uang. Akibatnya pemasukanmu akan cepat habis dan kamu tidak memiliki tabungan di masa mendatang.
Timbulnya gaya hidup mewah
Seringnya orang yang punya perilaku konsumtif membeli barang untuk bergaya. Mereka mengenyampingkan manfaat sebenarnya. Dengan begitu maka akan muncul gaya hidup mewah dengan barang-barang yang ia beli.
Gaya hidup mewah memang tak sepenuhnya salah, namun jika hal ini menjadi kebiasaan maka kamu akan susah lepas. Kamu akan terus ingin punya barang bagus dan mewah. Seringnya mereka juga bergaya di atas kemampuan ekonominya.
Meningkatkan risiko penggunaan paylater
Bahaya gaya hidup konsumtif yang berikutnya yaitu dapat menjerumuskanmu ke dunia paylater. Uang belanja yang lebih besar dari pendapatan akan membuatmu kesusahan dan berujung menggunakan paylater.
Jika sudah terjebak dalam dunia paylater kamu akan terbuai dengan limit kredit yang semakin tinggi. Paylater memang bisa menyelesaikan masalah keuanganmu dalam waktu singkat. Namun dampak negatifnya pun banyak seperti denda tagihan jika terlambat membayar dan hutang yang menumpuk. Alih-alih menggunakan gaji untuk menabung, uangmu akan habis untuk bayar cicilan.
Selalu memaksakan keadaan
Layaknya hidup kadang ada senang dan sedih, kadang kita punya uang dan kadang tidak memiliki pegangan. Mereka yang punya gaya hidup konsumtif akan selalu memaksakan keinginannya bagaimanapun keadaannya. Mereka gak mau ketinggalan trend. Tak peduli jika kehabisan uang pegangan.
Berpengaruh pada psikis
Bahaya gaya hidup konsumtif yang terakhir yaitu bisa menganggu kondisi psikologismu. Karena terbiasa berbelanja maka kamu akan merasa stres jika sewaktu-waktu tak dapat melakukannya. Stres ini akan memicu rasa cemas dan tidak tenang dalam dirimu.
Itulah beberapa bahaya gaya hidup konsumtif yang perlu kamu hindari. Biasakanlah berbelanja secukupnya dengan membeli barang yang memang diperlukan. Jangan mau terlena dengan promo diskon atau semacamnya. Jika barang tersebut tidak penting maka sebaiknya tak usah dibeli. (Ume/Djavatoday)

