Lingkungan kerja yang toxic ditandai dengan hal-hal yang membuatmu tidak nyaman. Ketidaknyamanan ini akhirnya akan mengakibatkan kita mudah lelah dan stres. Jika sudah begitu kamu gak hanya lelah fisik namun juga akan lelah psikis.
Bekerja mungkin menjadi sebuah tuntutan bagi sebagian orang. Mereka membutuhkan pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Sayangnya gak semua pekerjaan benar-benar bisa sesuai dengan yang diharapkan.
Di dalam hidup memang tidak ada yang sempurna, termasuk dalam hal bekerja. Namun kamu juga perlu memahami apakah pekerjaan tersebut memberikan dampak positif atau justru negatif pada dirimu.
Lingkungan kerja yang toxic mempunyai ciri-ciri sebagai berikut.
Ciri Lingkungan Kerja Toxic
Berikut beberapa ciri lingkungan kerja yang toxic.
Tidak membuatmu berkembang
Ciri lingkungan kerja toxic yang pertama yaitu perusahaan tersebut tidak membuatmu berkembang. Sama halnya dengan sekolah, saat bekerja kamu juga harus belajar menjadi lebih baik agar bisa makin pintar. Kalo lingkungan pekerjaanmu gak bikin kamu berkembang maka kamu akan terus hidup tanpa ada kemajuan sedikitpun.
Hal ini bisa digambarkan dengan tidak adanya promosi jabatan yang ditawarkan. Dengan kata lain, selama apapun kamu bekerja kamu gak akan bisa naik pangkat. Jangankan naik pangkat, berkembang pun rasanya seperti sulit sekali. Lingkungan kerja yang seperti ini perlu kamu hindari karena bisa membuatmu jauh tertinggal dari orang lain.
Dipimpin oleh orang yang tidak kompeten
Setiap perusahaan pasti memiliki pimpinan yang bertanggungjawab mengelola jalannya setiap pekerjaan yang ada di sana. Seorang pemimlin seharusnya merupakan orang yang kompeten dan berpengalaman di bidangnya. Gagalnya seorang pemimpin merupakan awal dari kehancuran perusahaan.
Gaji tidak sesuai dengan jobdesk
Ciri lingkungan kerja toxic yang berikutnya yaitu gaji yang tidak sesuai dengan job desk yang diberikan. Saat ini kebanyakan perusahaan memberi banyak tugas pada satu posisi kerja. Hal ini membuat beban kerja pegawai menjadi makin banyak. Sayangnya penambahan job desk tersebut tidak diiringi dengan penambahan gaji.
Bayangkan kamu harus bisa menyelesaikan beberapa job desk untuk mendapatkan satu kali gaji. Job Desk yang seharusnya dikerjakan oleh 2-3 orang malah harus kamu selesaikan sendiri. Pasti cape banget deh. Apalagi gajinya gak nambah sama sekali.
Rekan kerja yang toxic
Teman kerja merupakan salah satu faktor penting yang dapat memengaruhi kondisi pegawai. Teman kerja yang suportif akan membuat seorang pegawai lebih bersemangat saat bekerja. Pun sebaliknya, jika teman kerjanya toxic maka akan membuat seorang pegawai menjadi tidak nyaman.
Rekan kerja yang toxic bisa ditandai dengan sikap mereka yang seenaknya. Misalnya, tidak menghargai orang lain, membicarakan orang lain di belakang, tidak bisa bekerjasama dengan baik, dan yang lainnya. Rekan kerja yang seperti ini bisa menjadi racun dalam sebuah perusahaan.
Itulah beberapa ciri lingkungan kerja toxic yang perlu kamu hindari. Jika kamu merasakan hal-hal di atas, ada baiknya untuk segera mencari pekerjaan lain. Percayalah bahwa ada pekerjaan lain yang lebih layak untuk kamu terima. (Ume/Djavatoday)

