Makanan bertekstur keras pasti membutuhkan waktu yang cukup lama jika hanya dimasak dengan perebusan biasa. Eits! Jangan salah! Masakan yang lezat tidak hanya bergantung pada bumbu yang kaya akan rasa, tapi juga pada tekstur yang pas. Nah! Supaya tidak mengurangi kenikmatan saat disantap, yuk cari tahu makanan bertekstur keras yang bisa lebih enak setelah dipresto!
Presto sudah menjadi istilah dapur yang populer dan tak lagi asing di pendengaran. Teknik memasak yang bertujuan untuk mengubah makanan bertekstur keras menjadi empuk ini sering kali dipakai di usaha kuliner. Presto adalah pilihan tepat, terutama untuk menghemat waktu. Tak hanya itu, presto juga memudahkan kita untuk mengurangi bau amis atau menyengat pada makanan, bahkan menghasilkan tekstur lembut yang merata.
Makanan Bertekstur Keras yang Sebaiknya dipresto!
Selain praktis, presto juga membantu mempertahankan nutrisi dalam bahan makanan karena proses memasak yang lebih singkat. Maka tak heran jika banyak ibu rumah tangga hingga pelaku UMKM mengandalkan presto sebagai senjata andalan di dapur. Berikut 5 Makanan Bertekstur Keras yang Sebaiknya dipresto!
Daging sapi
Makanan bertekstur keras yang banyak disukai orang apalagi jika diolah menjadi rendang ini memiliki serat yang tebal. Daging sapi rawan alot jika tidak dimasak dengan benar, terutama pada bagian otot dan urat. Jika dipresto, serat tebal pada daging sapi akan jauh lebih empuk dan juicy. Olahan seperti gulai, semur, atau rawon sangat cocok menggunakan presto. Bahkan biasanya hanya memakan waktu sekitar 30–40 menit, tergantung ketebalan daging.
Iga sapi
Masih bagian dari sapi, setelah daging, iga juga cukup digemari karena termasuk bagian yang kaya rasa. Sayangnya, daging di sekitar iga bisa keras jika dimasak tanpa presto. Maka dengan presto, daging di sekitar tulangnya akan lebih mudah lepas, tentunya dengan tekstur akhir yang lembut. Iga yang dipresto sangat cocok untuk sop, iga bakar, atau tongseng.
Ayam kampung
Makanan bertekstur keras yang bisa jadi hidangan luar biasa jika dimasak dengan benar selanjutnya adalah ayam kampung. Ayam kampung memang terkenal lebih sehat karena rendah lemak, namun tak sedikit orang yang kurang berhasil ketika harus mengolahnya. Ayam kampung memiliki tekstur yang lebih alot dibanding ayam broiler. Maka untuk mendapatkan hasil yang empuk dan lezat, presto bisa menjadi solusi, cukup 20–25 menit!
Daging bebek
Sama seperti daging ayam kampung, daging bebek juga cukup alot. Daging bebek memiliki struktur yang padat dan kenyal. Hal ini menyebabkan bebek membutuhkan waktu masak lebih lama agar empuk secara sempurna. Setelah dipresto, daging bebek bisa diolah menjadi berbagai hidangan, mulai dari bebek goreng, bebek bakar, hingga rica-rica bebek, dengan cita rasa yang lezat dan tekstur yang menggoda.
Daging entok tua
Daging entok tua dikenal memiliki serat yang cukup tebal dan tekstur yang cenderung alot. Berbeda dengan entok muda yang bisa empuk hanya dengan direbus biasa, entok tua memerlukan teknik khusus agar tidak keras saat disantap. Oleh karena itu, teknik presto sering kali menjadi pilihan utama dalam mengolah daging entok tua. Dengan proses pemasakan bertekanan tinggi, serat daging entok bisa melunak dalam waktu yang lebih singkat, sehingga hasil akhirnya bisa empuk dan lebih mudah menyerap bumbu.
Itu dia makanan bertekstur keras yang sebaiknya dipresto supaya lebih empuk dan nikmat! Banyak pengolah makanan menggunakan presto sebagai solusi praktis, terutama dalam industri kuliner yang membutuhkan efisiensi waktu tanpa mengorbankan kualitas. (Karin/Djavatoday)

