Protein pengganti daging ayam. Daging ayam dikenal memiliki kandungan protein yang tinggi. Banyak orang memilih mengolah ayam karena tahu bahwa tubuh membutuhkan asupan nutrisi yang mampu mendukung pertumbuhan dan perkembangan. Selain itu, kandungan protein juga bisa memberikan rasa kenyang lebih lama, bahkan menjadi sumber energi bagi tubuh. Sayangnya, harga ayam di pasaran kadang naik dan lebih mahal dari biasanya, membuat orang-orang beralih ke sumber protein lainnya seperti telur dan ikan. Nah, selain telur dan ikan, ada protein pengganti ayam yang jauh lebih terjangkau, lho! Tidak hanya harganya yang relatif murah, manfaatnya juga baik untuk tubuh sehingga pola makan sehatmu tetap terjaga. Kalau tidak ingin terlalu sering mengonsumsi ayam, lima protein nabati ini bisa memenuhi kebutuhan nutrisi kamu!
5 Protein Pengganti Daging Ayam
Kabar bagus untuk kamu yang sedang menghindari daging, ikan dan unggas. Kebutuhan protein tidak hanya bisa dicukupi oleh bahan makanan hewani, tapi juga bisa dari makanan yang bersumber dari tumbuhan. Berikut lima sumber protein pengganti daging ayam yang cocok untuk vegetarian!
Tempe
Protein pengganti daging ayam yang menjadi kebanggan orang Indonesia ini merupakan salah satu sumber protein nabati terbaik, lho! Berasal dari fermentasi kedelai, tempe mengandung protein tinggi yang juga diimbangi dengan serat dan mineral penting seperti kalsium, fosfor, zat besi, dan lain-lain. Dalam berbagai olahan, tempe acapkali menjadi alternatif pengganti ayam karena memiliki tekstur yang padat, hampir menyerupai daging ayam. Tempe juga bisa diolah dengan cara digoreng, dipanggang, bahkan dimasak dengan bumbu seperti rendang, semur, atau diolah menjadi nugget vegetarian.
Tahu
Sama halnya seperti tempe, tahu juga berasal dari kedelai. Namun, tahu tidak hanya populer di Indonesia, tapi juga di Asia Timur dan Tenggara. Tahu bahkan sering dijadikan sebagai makanan pokok untuk diet karena rendah kalori, kaya serat, bebas kolesterol, dan yang terpenting, tinggi protein nabati. Tidak kalah dari ayam, tahu memiliki tekstur lembut sehingga mudah dicerna. Dari segi rasa, tahu juga tidak kalah enak, bisa dijadikan sup, oseng, tumisan, hingga camilan.
Kacang-kacangan
Protein pengganti daging ayam selanjutnya yaitu berbagai jenis kacang. Mulai dari kacang merah, kacang polong, kacang hitam, dan chickpea, adalah sumber protein nabati yang bisa memenuhi asupan nutrisi. Kacang-kacangan tidak hanya kaya akan protein, tapi juga mengandung karbohidrat dan lemak sehat. Kamu bisa mengolahnya menjadi sup, atau makanan ringan seperti kue dan selai.
Nangka
Nangka memiliki tekstur berserat menyerupai ayam yang dapat menyerap bumbu dengan baik. tidah hanya mirip dari segi tekstur, nangka juga memiliki kandungan protein, meski lebih rendah dari ayam. Nangka bisa dijadikan pilihan ideal untuk hidangan vegan dan vegetarian. Rasanya yang cenderung netral membuat nangka sangat mudah diolah dengan berbagai bumbu dan saus, seperti kari misalnya.
Jamur
Protein pengganti daging ayam yang tidak kalah digemari ini ternyata bisa diandalkan untuk memenuhi kebutuhan protein bagi tubuh. Jamur tidak hanya berfungsi sebagai penyedap, tapi juga bisa dikonsumsi setiap hari. Hampir seluruh jenis jamur punya rasa yang enak dan tekstur yang menyenangkan. Biasanya diolah menjadi tumis jamur, atau digoreng hingga krispi.
Itu dia lima protein pengganti daging ayam yang cocok untuk vegetarian. Selain sehat, bahan-bahan ini juga ramah lingkungan dan mudah diolah menjadi beragam menu lezat yang tak kalah dari hidangan berbasis daging ayam. Semoga bermanfaat! (Karin/Djavatoday)

