5 Obat Pereda Nyeri Haid yang Aman Dikonsumsi

Obat pereda nyeri haid berfungsi untuk mengatasi rasa sakit akibat haid. Rasa sakit ini biasanya menyebar di daerah punggung, pinggang, hingga selangkangan dan paha. Nyeri haid ini dapat menimbulkan rasa yang sangat tidak nyaman, loh. Dalam kasus yang parah, seseorang bisa menjadi lemas bahkan hanya untuk berdiri pun mereka tidak bisa.

Umumnya nyeri haid muncul menjelang datang bulan atau bisa juga pada awal menstruasi. Rasa sakit yang timbul ini terjadi karena rahim berkontraksi untuk mengeluarkan darah. Nyeri haid banyak dikeluhkan di usia berapapun itu. Nah salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan mengkonsumsi obat tersebut.

Obat Pereda Nyeri

Ada beberapa obat yang bisa kamu coba. Obat-obatan berikut ini dijamin aman dikonsumsi ya. Selain itu, obat yang direkomendasikan berikut ini juga ampuh banget untuk atasi nyeri pada saat haid. Berikut beberapa obat pereda nyeri haid yang bisa kamu coba.

Feminax

Obat pereda nyeri haid yang pertama yaitu Feminax. Obat ini menjadi salah satu obat yang menjadi andalan karena tingkat keefektifannya cukup tinggi. Feminax mampu meredakan rasa nyeri haid yang disertai dengan kram, mulas, dan pening.

Feminax mengandung 500 mg paracetamol dan 7,6 mg ekstrak hiosiamin. Paracetamol berguna untuk mengurangi nyeri. Sementara itu, hiosiamin berfungsi untuk membuat otot pada rahim dan saluran pencernaan menjadi rileks.

Mefinal

Mefinal mengandung 500 mg asam mefenamat yang berfungsi untuk menghambat prostaglandin, yaitu zat pemicu timbulnya peradangan dan nyeri pada tubuh. Obat ini cocok digunakan untuk meredakan nyeri pada saat premenstruasi syndrome (PMS). Obat ini bisa mengatasi nyeri yang ringan sampai berat.

Cataflam

Obat pereda nyeri haid yang berikutnya yaitu Cataflam tablet. Cataflam mampu mengatasi nyeri haid dengan cepat. Hal ini karena kandungan kalium diclofenac yang dapat mengurangi zat pemicu peradangan dan nyeri saat menstruasi. Sayangnya obat ini tidak dijual secara bebas. Kamu harus punya resep dari dokter untuk bisa mendapatkannya.

Sanmol

Sanmol mungkin dikenal sebagai obat pereda panas. Namun lebih dari itu, Sanmol juga efektif mengatasi nyeri haid loh. Dalam satu tablet Sanmol mengandung 500 mg paracetamol yang efektif mengatasi nyeri dan juga sakit kepala. Kandungan ini bekerja langsung pada sistem saraf pusat yang mengatur rasa nyeri sehingga rasa nyeri ini bisa terobati. Obat ini cocok dikonsumsi untuk kamu yang punya keluhan nyeri haid dengan derajat yang masih ringan.

Kiranti

Obat pereda nyeri haid yang terakhir yaitu Kiranti. Ini cocok banget buat kamu yang gak suka obat dalam bentuk tablet atau kapsul. Kiranti juga sangat mudah ditemukan di toko atau minimarket terdekat.

Kiranti mengandung 100% ekstrak kunyit asam segar yang bisa memberikan efek antiradang dan antinyeri. Kedua efek tersebut dapat membantu meredakan rasa nyeri saat haid. Kiranti ini berbentuk sirup dan kemasannya botolan.

Itu dia obat pereda nyeri haid yang aman dikonsumsi. Jangan lupa untuk perhatikan dosis dan takarannya ya. Pastikan kamu mengkonsumsinya dalam jumlah wajar agar tidak menimbulkan efek toksik pada tubuh. (Ume/Djavatoday)

Sama-sama Sehat dan Bernutrisi, Berikut 5 Manfaat Mengonsumsi Susu dalam Suasana Hangat dan Dingin

Susu menjadi salah satu minuman bernutrisi yang disukai berbagai kalangan karena rasanya lezat dan creamy. Kombinasi antara lemak dan gula alami membuat susu acapkali...

Minum Kopi Bareng Semangka, Benarkah Bisa Berakibat Fatal?

Belakangan ini muncul berbagai informasi di media sosial yang menyebut kebiasaan minum kopi bareng semangka bisa memicu gangguan kesehatan serius, bahkan disebut berakibat fatal....

Manfaat Buah Nangka untuk Kesehatan, Kaya Nutrisi dan Baik untuk Tubuh

Buah nangka menjadi salah satu buah tropis yang cukup mudah ditemukan di Indonesia. Rasanya manis, aromanya khas, dan bisa diolah menjadi berbagai jenis makanan....

Cara Mengobati Campak Saat Sedang Banyak Menyerang, Ini Penanganan yang Dianjurkan

Penyakit campak kembali banyak ditemukan dalam beberapa waktu terakhir. Infeksi yang mudah menular ini umumnya menyerang anak-anak, tetapi orang dewasa juga tetap berisiko tertular...

Terbaru