Jenis penyakit autoimun ini sebenarnya ada banyak. Menurut data, setidaknya ada lebih dari 140 jenis penyakit autoimun yang bisa dialami oleh seseorang. Penyakit-penyakit ini bisa menyerang hampir seluruh bagian tubuh manusia.
Autoimun adalah kondisi dimana kekebalan tubuh yang seharusnya melindungi dari penyakit justru menyerang sel-sel dalam tubuh. Hal ini terjadi karena sistem imun tubuh tidak bisa mengenali sel tubuh sehat sebagai zat asing. Akhirnya bukannya melindungi, mereka malah menyerangnya.
Penyakit autoimun ini bisa menyerang siapa saja. Penyebabnya pun bisa bermacam-macam. Untuk lebih jelasnya yuk simak artikel berikut.
5 Jenis Penyakit Autoimun
Berikut beberapa jenis penyakit autoimun yang banyak terjadi di Indonesia.
Anemia pernisiosa
Jenis penyakit autoimun yang pertama yaitu anemia pernisiosa. Penyakit anemia yang satu ini terjadi karena produksi vitamin B12 di dalam tubuh terhambat. Hal ini menyebabkan tubuh memproduksi makrosit atau sel darah merah dengan ukuran yang abnormal.
Sel darah merah yang diproduksi tersebut pun tidak bisa keluar dari sumsung tulang. Sehingga jumlah sel darah pembawa oksigen dalam tubuh akan tetap kurang. Ciri-ciri penyakit ini seperti sakit kepala, lesu, penurunan berat badan, dan kehilangan keseimbangan saat berjalan.
Rheumatoid arthritis (rematik)
Kamu pasti pernah dengan penyakit rematik kan? Penyakit ini ternyata masuk ke dalam jenis penyakit autoimun loh. Rematik atau rheumatoid arthritis ini merupakan penyakit yang ditandai dengan munculnya peradangan, pembengkakan, dan nyeri pada persendian.
Kondisi rematik juga membuat orang yang menderitanya sulit bergerak. Dalam kondisi ringan rematik mungkin bisa hilang kambuh. Namun jika dibiarkan dan memiliki kondisi parah maka akan menyebabkan kerusakan sendi permanen secara bertahap. Oleh karena itu sebaiknya segera obati rematik agar tidak makin parah.
Lupus
Jenis penyakit autoimun yang berikutnya yaitu lupus. Penyakit ini juga memiliki beberapa jenis, namun yang paling sering ditemui adalah kondisi systemic lupus erythematosus (SLE). Penyakit SLE ini biasanya ditandai dengan rambut rontok, ruam pada wajah, dan penurunan berat badan.
Alopecia
Sering mengalami rambut rontok dalam jumlah yang tidak wajar? Hati-hati itu bisa jadi salah satu tanda kamu terkena alopecia. Alopecia ini merupakan kebotakan yang terjadi karena sistem kekebalan tubuh menyerang akar rambut.
Alopecia ini juga terdiri dari beberapa jenis. Pertama, alopecia areata yaitu kebotakan pada titik tertentu. Kedua alopecia totalis, yaitu kebotakan di seluruh bagian kepala. Ketiga alopecia universalis, yaitu kebotakan di semua bagian rambut pada tubuh.
Addison
Jenis penyakit autoimun yang terakhir yaitu addison. Penyakit ini dapat terjadi pada tubuh yang kekurangan hormon yang diproduksi oleh kelenjar adrenal, seperti hormon kortisol dan aldosteron. Kekurangan kedua hormon ini dapat menyebabkan menurunnya tekanan darah. Akibatnya kadar kalium akan meningkat hingga taraf yang membahayakan tubuh.
Penyakit autoimun bukanlah hal yang bisa didiagnosis dengan sederhana. Perlu pemeriksaan yang banyak untuk memastikannya. Oleh karena itu, segeralah periksa ke dokter jika kamu memiliki gangguan kesehatan sebelum penyakit ini menjalar ke tubuhmu. (Ume/Djavatoday)

