Senin, Oktober 25, 2021

Pemanfaatan Oli Bekas untuk Menjaga Lingkungan dan Menghemat Biaya

Berita Jawa Barat (Djavatoday.com),- Mahasiswa ITB Saeful Aziz menemukan efisiensi biaya untuk campuran bahan peledak. Selain itu, efisiensi dampak lingkungan terhadap pengaruh emisi dan energi mencuat melalui pemanfaatan oli bekas.

Efisiensi tersebut ditumukan pada kegiatan peledakan PT Berau Coal. Aziz mengatakan, dua aspek efisiensi tersebut menyangkut biaya dan meminimalisir dampak lingkungan.

Baca juga:

“Kita fokus penelitian ke dua aspek yakni analisis dampak lingkungan dan finansial dari kegiatan industri PT Beriau Coal dalam pertambangan batubara,” ucap Aziz didampingi Pembimbingnya Taufik Faturohman, Rabu (26/5/2021).

Dalam penelitiannya, Aziz menemukan analisa penggunaan oli bekas yang dapat mengurangi intensitas emisi gas rumah kaca dan konsumsi energi.

Dalam pengadaaan energi Global, PT Beriau Coal menjadi salahsatu perusahaan yang memberi kontribusi pada komoditas batubara. Dengan Konsep 3R yakni Reduce Reuse dan Recylce melalui pemanfaatan oli bekas.

Untuk menggati bahan bakar minyak, oli bekas menjadi bahan pencampur yang dapat mengurangi biaya dan dampak lingkungan.

Pada sirkulasi 2015 – 2020 melalui penelitian potensi analisa kehilangan peluang pemanfaatan oli bekas. Kemudian pada 2021-2025 pemanfaatan oli bekas dapat mengoptimalisasi efisiensi dampak lingkungan dan tentunya biaya.

Metode Penelitian

Ruang lingkup dan metodologi penelitian secara aspek finansial melalui pendekatan konsep capital budgeting. Kemudian aspek lingkungan melalui pendekatan konsep Proper dan carbon pricing hingga memonetisasi manfaat pengurangan emisi karbon.
 
Dari hasil pengolahan data, realisasi proyek pemanfaatan oli bekas pada periode tahun 2015-2020. PT Berau Coal telah kehilangan peluang mendapatkan efisiensi biaya senilai Rp 4,855.46 juta. Serta kehilangan peluang untuk dapat menurunkan total konsumsi energi dan emisi gas rumah kaca sebesar 79,299.21 GJ dan 981.19 ton CO2eq.  Skenario optimalisasi proyek yang memungkinkan untuk dilakukan pada periode tahun 2021-2025:
 
Pemanfaatan oli bekas porsi interval 50-100%, memberikan dampak peningkatan nilai proyek +176%, mengurangi intensitas konsumsi energi dan emisi gas rumah kaca sebesar 0.19% dan 0.02% atau setara Rp 398.43 Juta.
 
Pemanfaatan oli bekas porsi 100%, memberikan dampak peningkatan nilai proyek +244%, penurunan intensitas konsumsi energi dan gas rumah kaca sebesar 0.41% and 0.04% or Rp 579.36 juta. (Humas/Jabar/MM/Djavatoday

ARTIKEL TERKAIT

BERITA TERBARU