Berita Tasikmalaya (Djavatoday.com),- Suasana Pos Pelayanan Terpadu Alun-Alun Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, tampak berbeda selama arus mudik Lebaran tahun ini.
Selain menjadi tempat beristirahat bagi para pemudik, pos pelayanan tersebut juga menghadirkan museum mini yang menampilkan sejarah perjuangan ulama dan santri Tasikmalaya. Keberadaan museum ini pun menarik perhatian masyarakat yang singgah di lokasi tersebut.
Museum mini tersebut mengangkat kisah perjuangan pahlawan nasional asal Tasikmalaya, KH Zainal Musthafa, yang dikenal sebagai tokoh ulama pejuang dalam perlawanan terhadap penjajahan.
Di dalam area pos pelayanan, berbagai replika benda perjuangan dipajang untuk memberikan gambaran kepada para pemudik mengenai sejarah perjuangan para santri di masa lalu.
Beberapa di antaranya berupa replika bambu runcing, keris, serta pakaian pejuang yang ditata rapi di sudut ruangan pos pelayanan. Selain itu, terse!dia pula literatur singkat yang menjelaskan perjalanan perjuangan KH Zainal Musthafa dan para santri Tasikmalaya dalam mempertahankan nilai-nilai keagamaan dan kemerdekaan bangsa.
Konsep museum mini di tengah pos mudik ini memberikan pengalaman berbeda bagi para pemudik yang melintas di wilayah Kabupaten Tasikmalaya. Sambil beristirahat dari perjalanan panjang, mereka dapat memanfaatkan waktu untuk mengenal kembali sejarah perjuangan tokoh daerah.
Salah seorang pemudik asal Jakarta, Agni (23), mengaku tertarik dengan keberadaan museum mini tersebut. Ia bersama keluarganya tengah melakukan perjalanan menuju wilayah Cineam, Tasikmalaya.
Menurutnya, kehadiran fasilitas tersebut membuat pos pelayanan mudik tidak hanya berfungsi sebagai tempat singgah, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat.
“Biasanya pos mudik hanya tempat istirahat. Di sini ada museum kecil yang menceritakan sejarah perjuangan tokoh daerah. Jadi sambil istirahat bisa sekalian belajar sejarah,” ujarnya.
Selain museum mini, Pos Pelayanan Terpadu Singaparna juga dilengkapi berbagai fasilitas pendukung bagi para pemudik. Di antaranya layanan pemeriksaan kesehatan gratis, ruang laktasi bagi ibu menyusui, arena bermain anak, mushola, hingga fasilitas toilet bersih.
Kepala Pos Terpadu Alun-Alun Singaparna Aan Supyadi menjelaskan bahwa seluruh fasilitas tersebut disiapkan untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.
Menurutnya, konsep museum mini sengaja dihadirkan untuk menambah nilai edukatif sekaligus menumbuhkan rasa kebanggaan terhadap sejarah perjuangan daerah.
“Selain tempat istirahat, kami ingin pos pelayanan ini juga menjadi ruang edukasi bagi pemudik agar mengenal sejarah perjuangan ulama dan santri Tasikmalaya,” ujarnya.
Pos pelayanan tersebut merupakan bagian dari pengamanan arus mudik yang dilakukan Polres Tasikmalaya dalam rangka Operasi Ketupat Lodaya. Melalui berbagai inovasi pelayanan ini, diharapkan para pemudik dapat beristirahat dengan nyaman sekaligus mendapatkan pengalaman berbeda selama perjalanan menuju kampung halaman. (Ayu/CN/Djavatoday.com)

