Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Universitas Galuh melalui tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Unggulan terus menguatkan literasi gizi remaja lewat program kesehatan bertajuk Sekolah Sadar Anemia di SMAN 1 Baregbeg. Program yang kini telah mencapai 50 persen progres tersebut dinilai memberi dampak positif bagi peningkatan pemahaman siswi mengenai kesehatan, khususnya pencegahan anemia.
Sebanyak 150 siswi mengikuti pemeriksaan hemoglobin (Hb) untuk mengetahui status anemia mereka. Pemeriksaan dilakukan menggunakan alat Hb-meter digital dengan dukungan tenaga kesehatan dari Puskesmas Baregbeg. Data hasil skrining ini menjadi dasar intervensi lanjutan yang akan dievaluasi pada tahap akhir program.
Ketua Tim PkM, Bdn. Ririn Lestari, SST., M.Kes., menyampaikan bahwa anemia masih menjadi masalah kesehatan yang banyak dialami remaja putri dan berdampak pada konsentrasi, prestasi belajar, hingga kesehatan reproduksi.
“Melalui skrining dan edukasi yang komprehensif, kami ingin membangun kesadaran sejak dini agar remaja lebih peduli terhadap kesehatan dirinya,” ujarnya.
Tahap awal program dimulai dengan edukasi kesehatan dan gizi bagi seluruh siswi kelas X yang telah menjalani skrining. Materi meliputi penyebab anemia, gejala, risiko kesehatan, hingga jenis makanan tinggi zat besi. Penyampaian dilakukan secara interaktif menggunakan booklet dan logbook khusus.
Salah satu hasil penting program ini adalah terbentuknya 20 kader Remaja Sadar Anemia—kelompok siswa yang dilatih menjadi pendidik sebaya (peer educator). Mereka mendapatkan pembekalan mengenai anemia, komunikasi kesehatan, dan pendampingan penggunaan logbook gizi.
“Kader ini menjadi motor penggerak perubahan perilaku sehat di sekolah,” kata salah seorang guru BK.
Untuk mendukung pembelajaran, tim PkM Univeristas Galuh mengembangkan dua media edukasi yang disesuaikan dengan kebutuhan remaja:
Booklet “Remaja Cerdas Tanpa Anemia”, berisi informasi praktis tentang anemia dan gizi.
Logbook pemantauan kesehatan, sebagai catatan harian siswi mengenai pola makan, gejala anemia, aktivitas fisik, hingga siklus menstruasi.
Program ini merupakan hasil kolaborasi Universitas Galuh, SMAN 1 Baregbeg, dan Puskesmas Baregbeg. Selain edukasi, tim juga memperkenalkan Sacha Inchi — tanaman lokal tinggi nutrisi yang berpotensi dikembangkan sebagai pangan fungsional pencegah anemia.
Universitas Galuh menargetkan program ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga mendorong perubahan perilaku sehat jangka panjang di kalangan remaja putri. (CN/Djavatoday)

