Berita Ciamis (Djavatoday.com} – Universitas Galuh (Unigal) bersama Komunitas Sekolah Alternatif meluncurkan program edukasi literasi finansial anak jalanan Ciamis melalui media cerita bergambar interaktif pada Senin (20/7/2026).
Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan pemahaman pengelolaan keuangan sejak dini kepada anak-anak dari kelompok rentan.
Program bertajuk “Membangun Literasi Finansial kepada Generasi Muda melalui Kegiatan Membaca Cergam” ini diselenggarakan di Kabupaten Ciamis. Inisiatif strategis tersebut digagas oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Galuh melalui skema Program Pengabdian kepada Masyarakat Dosen Pemula (PKM-DP).
Kegiatan edukatif ini dipimpin langsung oleh tim akademisi Unigal, Rifki Abdul Malik, S.E., M.Ak., Ak., berkolaborasi dengan Ketua Komunitas Sekolah Alternatif, Intan Nur Permatasari.
Sebanyak 17 anak berpartisipasi aktif dalam rangkaian agenda yang dirancang penuh kegembiraan tersebut.
Para peserta merupakan anak-anak dari keluarga pedagang kaki lima serta anggota komunitas cosplay yang biasa beraktivitas di sekitar kawasan Alun-Alun Kabupaten Ciamis.
Sejak sesi awal dimulai, antusiasme tinggi terlihat jelas dari raut wajah para peserta saat menyimak alur cerita bergambar.
Melalui pendekatan edukasi literasi finansial anak jalanan Ciamis, para pengabdi mengenalkan konsep dasar keuangan dengan cara yang sangat dekat dengan realitas kehidupan sehari-hari anak-anak.
Materi yang disajikan mencakup pentingnya menyisihkan uang saku, mengenalkan pecahan uang, hingga merancang celengan sederhana buatan tangan.
Pentingnya Edukasi Literasi Finansial Anak Jalanan Ciamis Sejak Dini
Selain dasar-dasar menabung, anak-anak juga diajarkan etika mendasar seperti kejujuran saat menemukan atau meminjam uang milik orang lain.
Materi ini disampaikan secara bertahap agar nilai-nilai moral pengelolaan uang dapat tertanam kuat dalam karakter mereka.
Oleh karena itu, panitia mengombinasikan penyampaian materi dengan permainan interaktif dan diskusi kelompok.
Langkah kreatif ini diambil agar edukasi literasi finansial anak jalanan Ciamis tidak terasa menjenuhkan bagi anak-anak yang terbiasa dengan dinamika jalanan.
Ketua pelaksana kegiatan, Rifki Abdul Malik, menegaskan bahwa pengetahuan tentang keuangan merupakan fondasi penting dalam pembentukan karakter anak.
Menurutnya, pemahaman yang baik mengenai nilai uang akan menjadi bekal berharga hingga mereka tumbuh dewasa kelak.
“Pendekatan cerita bergambar dipilih karena sangat efektif untuk mentransfer nilai-nilai positif secara visual dan menyenangkan. Kami ingin edukasi literasi finansial anak jalanan Ciamis ini memberikan dampak jangka panjang bagi pola pikir mereka,” ujar Rifki dalam wawancara di lokasi kegiatan.
Sementara itu, Ketua Komunitas Sekolah Alternatif, Intan Nur Permatasari, menyambut hangat kolaborasi pengabdian bersama perguruan tinggi ini.
Ia menilai bahwa edukasi literasi finansial anak jalanan Ciamis membawa angin segar serta pengalaman belajar baru yang relevan bagi anak-anak binaannya.
Sinergi Perguruan Tinggi dan Komunitas Sosial
Intan menambahkan bahwa kehadiran program seperti ini secara nyata memperkaya proses pembelajaran informal di Sekolah Alternatif.
Materi yang diajarkan tidak hanya berfokus pada pengetahuan teoritis, melainkan juga keterampilan hidup (life skills) yang sangat dibutuhkan di lapangan.
Melalui kemitraan ini, edukasi literasi finansial anak jalanan Ciamis diharapkan sanggup membentuk kebiasaan finansial yang sehat dan bertanggung jawab.
Anak-anak diajak untuk terbiasa menabung, menghargai setiap rupiah, dan menerapkan etika kejujuran dalam kehidupan sehari-hari.
Selanjutnya, program pengabdian masyarakat ini menjadi bukti nyata kontribusi akademisi dalam mendukung pembangunan sosial di daerah.
Keterlibatan aktif perguruan tinggi diharapkan dapat terus berkelanjutan demi menyentuh lebih banyak anak-anak marjinal lainnya.
Secara keseluruhan, kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang belajar rutin.
Lebih jauh lagi, edukasi literasi finansial anak jalanan Ciamis hadir sebagai langkah konkrit dalam memberdayakan generasi muda dan meningkatkan kualitas pendidikan non-formal di Kabupaten Ciamis.
Dengan penguatan literasi sejak dini, anak-anak jalanan di Ciamis kini memiliki modal pengetahuan untuk membangun masa depan yang lebih terencana dan mandiri secara finansial. (Ayu/CN/Djavatoday)

