Tradisi Jualan Kulit Ketupat di Ciamis Jelang Lebaran, Peluang Musiman yang Menguntungkan

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Setiap menjelang Lebaran, ketupat menjadi sajian khas yang selalu hadir di meja makan masyarakat Indonesia. Tradisi ini membuka peluang bagi sejumlah warga untuk meraup keuntungan dengan berjualan kulit ketupat secara musiman. Salah satu lokasi yang ramai dengan pedagang kulit ketupat dadakan adalah sekitar komplek Pasar Subuh Ciamis. Puluhan pedagang, yang mayoritas berasal dari daerah tetangga seperti Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, memanfaatkan momen ini untuk berdagang.

Salah satu pedagang, Andi (46), warga Manonjaya, telah menekuni usaha ini setiap tahun menjelang Lebaran. Sehari-hari, ia bekerja sebagai pemetik dan penjual kelapa, namun saat musim Lebaran tiba, ia beralih menjadi penjual kulit ketupat.

“Saya mulai berjualan sejak tiga hari sebelum Lebaran, biasanya dari hari Jumat. Ini hari terakhir saya berjualan tahun ini. Setiap hari, saya berangkat setelah sahur dan baru pulang saat magrib,” ujar Andi saat ditemui di lokasi, Minggu (30/3/2025).

Berjualan kulit ketupat telah menjadi sumber tambahan penghasilan bagi Andi dan keluarganya setiap tahun. Dalam tiga hari berjualan, ia mampu menjual sekitar 2.000 lembar kulit ketupat atau sekitar 200 ikat, dengan setiap ikat berisi 10 lembar.

“Harga satu ikat sekitar Rp 10 ribu, tapi kalau beli borongan bisa lebih murah, sekitar Rp 8 ribu per ikat. Dalam tiga hari, pendapatan saya bisa mencapai Rp 2 juta. Namun, itu belum dipotong biaya pembelian janur dan upah pembuatan,” jelasnya.

Janur sebagai bahan utama biasanya diperoleh bersamaan dengan aktivitasnya memetik kelapa. Terkadang, ia mendapat janur secara cuma-cuma, sehingga dapat menghemat biaya produksi. Pembuatan kulit ketupat sendiri dikerjakan oleh anggota keluarga di rumah, sehingga keuntungan dari hasil penjualan bisa dibagi di antara mereka.

“Alhamdulillah, dari hasil berjualan ini saya bisa membeli baju Lebaran untuk anak-anak setiap tahunnya,” tambah ayah tiga anak ini.

Andi tidak sendiri dalam berjualan. Ia sering ditemani anak sulungnya yang masih duduk di bangku SMA untuk bergantian menjaga lapak. Menurutnya, mayoritas pedagang kulit ketupat di Pasar Subuh Ciamis berasal dari Manonjaya, yang sudah terbiasa menjalankan usaha ini setiap tahun.

“Sebagian besar penjual di sini memang dari Manonjaya. Kami biasa berjualan setahun dua kali, yaitu saat Idul Fitri dan Idul Adha,” tutupnya.

Tradisi jualan kulit ketupat ini bukan sekadar mata pencaharian musiman, tetapi juga bagian dari budaya yang terus berlanjut dari generasi ke generasi. Selain memberikan keuntungan ekonomi bagi para pedagang, keberadaan mereka juga memastikan ketersediaan kulit ketupat bagi masyarakat yang ingin merayakan Lebaran dengan hidangan khas ini. (Ayu/CN/Djavatoday)

Lomba Lintas Medan Jadi Wadah Pembentukan Karakter Pramuka Muda

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Kegiatan Lomba Lintas Medan (L2M) ke-16 yang digelar SMAN 2 Ciamis kembali menegaskan peran kepramukaan sebagai sarana efektif dalam membentuk karakter...

Akademisi Ingatkan Dapur MBG di Ciamis Wajib Patuhi Standar Kesehatan dan Gizi

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Akademisi Universitas Galuh Ciamis, Hendra Sukarman atau yang akrab disapa Ebo, menyoroti pentingnya kepatuhan terhadap regulasi dalam pendirian dapur Program Makanan...

Polres Ciamis Respons Cepat Dugaan Pungli di Jembatan Cirahong

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Jajaran Polres Ciamis bergerak cepat menindaklanjuti viralnya dugaan pungutan liar (pungli) di Jembatan Cirahong yang menghubungkan Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Tasikmalaya....

Viral Dugaan Pungli di Jembatan Cirahong, Kades Pawindan Ciamis Beri Penjelasan

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Video dugaan pungutan liar (pungli) di Jembatan Cirahong viral di media sosial. Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Pawindan, Ahmad Kartoyo, angkat...

Terbaru