TNI dan BPBD Salurkan 13 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Panawangan

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Belasan personel TNI dari Kodim 0613/Ciamis bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis turun langsung membantu warga yang terdampak kekeringan di Desa Kertajaya, Kecamatan Panawangan, Kamis (30/7/2026). Mereka datang membawa tiga truk tangki berisi sekitar 13 ribu liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Bantuan tersebut disalurkan kepada sekitar 200 kepala keluarga yang tinggal di Dusun Susuru dan Dusun Landeuh. Kedua wilayah itu telah mengalami krisis air bersih selama hampir tiga pekan akibat musim kemarau. Sumur-sumur warga mengering sehingga mereka terpaksa mencari air hingga sejauh dua kilometer.

Penyaluran bantuan dipimpin langsung oleh Danramil 1309/Panawangan, Kapten Inf. Tarmuji. Ia mengatakan distribusi air bersih dilakukan setelah menerima laporan dari Babinsa mengenai kondisi warga yang mulai kesulitan mendapatkan air.

“Kami menerima laporan dari Babinsa bahwa warga sudah mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau. Laporan itu langsung kami sampaikan kepada Dandim dan segera ditindaklanjuti dengan menyalurkan bantuan air bersih. Kami berharap bantuan ini bisa meringankan kebutuhan masyarakat,” ujar Tarmuji.

Menurutnya, TNI akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Ciamis dan BPBD untuk memantau perkembangan kondisi di lapangan. Jika kekeringan semakin meluas, bantuan air bersih akan kembali disalurkan.

“Kami akan terus memonitor situasi. Apabila masyarakat masih membutuhkan bantuan, kami siap berkolaborasi dengan BPBD dan pemerintah daerah agar distribusi air bersih bisa terus dilakukan,” katanya.

Sementara itu, Kasi Pemerintahan Desa Kertajaya, Tatang, menjelaskan dari tiga dusun yang ada di desanya, Dusun Susuru dan Dusun Landeuh menjadi wilayah yang paling parah terdampak kekeringan.

“Wilayah ini berada di dataran yang lebih tinggi dan jumlah penduduknya cukup banyak, sehingga saat musim kemarau sumber air lebih cepat mengering. Sebagian besar warga mengandalkan sumur gali dengan kedalaman lebih dari 20 meter, namun sekarang banyak yang sudah tidak mengeluarkan air,” jelasnya.

Pemerintah desa bersama BPBD dan TNI saat ini terus mendata kebutuhan air bersih masyarakat. Selain itu, mereka juga mengantisipasi kemungkinan meluasnya dampak kekeringan ke desa-desa lain di Kecamatan Panawangan, seperti Karangpaningal, Jagabaya, dan Natenggara.

Masyarakat pun diimbau menggunakan air secara hemat dan segera melaporkan kepada pemerintah desa apabila mulai mengalami kesulitan air bersih, sehingga bantuan dapat segera disalurkan. (Ayu/CN/Djavatoday)

KRYD Polres Ciamis Sasar Titik Rawan, Miras dan Kendaraan Tak Sesuai Spesifikasi Diamankan

Berita Ciamis (Djavatoday.com),-Polres Ciamis Polda Jabar kembali menggelar Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Patroli yang digelar pada Sabtu...

Sambut HUT Lalu Lintas ke-71, Satlantas Polres Ciamis Gelar Donor Darah

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Lalu Lintas ke-71, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Ciamis menggelar aksi donor darah di depan kantor...

40 Desa di Ciamis Bakal Gelar Pilkades Digital, Pemilih Gunakan Tablet di TPS

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak di Kabupaten Ciamis pada Desember 2026 akan menggunakan sistem digital. Sebanyak 40 desa yang tersebar...

Pedagang Cilok Tertabrak Kijang Super di Jalan Sudirman Ciamis

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Sebuah Toyota Kijang Super menabrak gerobak cilok di Jalan Jenderal Sudirman, Lingkungan Cibeureum, Kelurahan Sindangrasa, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, Sabtu (12/9/2026)....

Terbaru