Berita Ciamis (Djavayoday.com),- Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Ciamis terus berinovasi dalam pengembangan budidaya ikan dengan menghadirkan Si Budi Dikucir.
Si Budi Dikucir sendiri adalah Strategi Pengembangan Budidaya Ikan dengan Kincir. Inovasi ini, yang diperkenalkan sejak 2024, telah terbukti meningkatkan hasil panen ikan secara signifikan.
Menurut Kepala Disnakkan Ciamis, Giyatno, sistem ini diterapkan khususnya pada budidaya ikan nila dengan menggunakan kincir air.
“Dengan metode ini, kolam berukuran 12 bata yang biasanya hanya menghasilkan 1-2 kuintal ikan, kini bisa meningkat hingga 1-2 ton,” ungkapnya, Rabu (12/3/2025).
Saat ini, inovasi Si Budi Dikucir sudah mulai diterapkan di berbagai wilayah Kabupaten Ciamis, dengan Kampung Nila Kawali sebagai lokasi percontohan.
Beberapa kolam di Kampung Nila Kawali telah menggunakan sistem kincir dan pakan alami untuk meningkatkan produktivitas.
“Keunggulan utama dari metode ini adalah peningkatan produksi hingga 300 persen dibandingkan kolam biasa,” katanya.
“Meskipun ada tambahan energi untuk menggerakkan kincir, biaya operasionalnya tetap terjangkau dan sebanding dengan hasil panen yang lebih besar,” jelas Giyatno.
Selain itu, ikan yang dibudidayakan dengan sistem ini memiliki kualitas lebih baik karena tidak berbau tanah, sehingga lebih diminati di pasaran.
Dengan manfaat besar yang ditawarkan, inovasi Si Budi Dikucir diharapkan bisa terus berkembang dan meningkatkan kesejahteraan para pembudidaya ikan di Ciamis. (Ayu/AA/Djavatoday.com)

