Rabu, Oktober 27, 2021

Tenaga kesehatan di Ciamis Kelelahan usai Kuburkan Jenazah Covid-19, Ini Tanggapan Warga

Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Beredar sebuah video di media sosial tenaga kesehatan di Ciamis, Jawa Barat yang tepar kelelahan usai menguburkan jenazah pasien Covid-19.

Pada video itu, terlihat sejumlah petugas yang semuanya pria memakai APD putih sedang tiduran di jalan gang. Ternyata mereka kelelahan dan sedang beristirahat setelah bertugas menguburkan jenazah pasien Covid-19.

Baca juga:

Kabid Yankes Dinkes Ciamis Ivan Saeful Arif membenarkan video tersebut adalah tenaga kesehatan di Ciamis. Mereka merupakan relawan yang khusus bergerak mengantar dan menguburkan pasien Covid-19 yang meninggal dunia. Para petugas ini disebut juga dengan Tim Gorgom yang beranggotakan 8 orang.

“Mereka sedang beristirahat setelah bertugas. Memang saat ini ada yang meninggal di beberapa tempat, wajar saja mereka kelelahan. Sebab kasus Covid-19 saat ini mengalami peningkatan, termasuk angka kematian,” ujar Ivan, Selasa (6/7/2021).

Menyikapi hal ini, Ivan pun meminta kepada Satgas di kecamatan maupun desa untuk bisa berkoordinasi menangani Pandemi ini. Terutama menangani pasien Covid-19 yang meninggal dunia, sehingga bisa ditangani oleh tim dari desa atau kecamatan.

“Aktifkan relawan di desa maupun kecamatan untuk menangani kasus kematian Covid-19. Hal ini tentu dapat meringankan tim Gorgom,” jelasnya.

Menanggapi hal ini, salah seorang tokoh masyarakat Ciamis, Didi Ruswendi, menyatakan apresiasi bagi tenaga kesehatan Ciamis di Ciamis atas kerja keras yang dilakukan dalam menangani Pandemi.

“Pasti mereka kelelahan, karena selain menguburkan juga seharian pakai APD itu kan panas. Alangkah baiknya tim pemakaman tingkat RT dan desa itu diberdayakan,” jelasnya.

Agar tidak terjadi lagi tenaga kesehatan di Ciamis yang kelelahan seperti pada video yang beredar sebaiknya Satgas sampai tingkat RT lebih dimaksimalkan. Termasuk dalam pemulasaraan pasien Covid-19 yang meninggal dengan protokol kesehatan.

“Tugas satgas hanya memimpin pemakaman secara prokes. Kegotongroyongan masyarakat di tingkat RT/RW ditingkatkan sehingga dapat terbentuk tim pemakaman. Sesuai syariat, yang meninggal ini harus diselesaikan dengan Fardu kifayah,” ungkap Didi. (Ayu/CN/Djavatoday)

ARTIKEL TERKAIT

BERITA TERBARU