Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Tanggul penahan abrasi di Sungai Cijolang, Desa Janggalaharja, Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis, jebol dan nyaris rata dengan tanah. Akibatnya, Jembatan Leuwi Asba yang menghubungkan Kabupaten Ciamis dengan Kabupaten Kuningan terancam rusak parah akibat terus-menerus terkikis aliran sungai.
Pantauan di lokasi pada Minggu (20/7/2025), kondisi tanggul yang semula berfungsi melindungi fondasi jembatan telah rusak hingga 99 persen. Aliran sungai yang deras menggerus struktur tanggul sepanjang sekitar 200 meter di Blok Leuwi Asba, membuat tebing di sejumlah titik juga mengalami longsor.
“Pondasi jembatan sudah mulai terkikis air. Kalau tidak segera ditangani, jembatan bisa putus. Beberapa bagian tebing juga sudah mulai longsor,” ujar Kepala Desa Janggalaharja, Saefuloh, saat ditemui di lokasi.
Jembatan Leuwi Asba dibangun pada 2015 dengan anggaran miliaran rupiah melalui Bantuan Provinsi (Banprov) Jawa Barat. Menurut Saefuloh, akan lebih bijak jika pemerintah fokus memperbaiki tanggul penahan daripada harus memperbaiki jembatan yang biayanya jauh lebih besar jika sampai rusak total.
“Lebih baik segera perbaiki tanggul penahan abrasi. Kalau dibiarkan, biayanya akan jauh lebih besar untuk bangun ulang jembatan,” tegasnya.
Ia menambahkan, pihaknya akan segera melaporkan kondisi tersebut ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) di Kota Banjar, yang dinilai memiliki kewenangan atas pengelolaan sungai.
Saefuloh menekankan pentingnya penanganan cepat agar kerusakan tidak meluas dan akses masyarakat antara dua kabupaten tetap terjaga, terutama bagi warga Kecamatan Rancah dan sekitarnya.
“Kalau jembatan ini sampai putus, akses utama warga terganggu. Selain itu, lahan pertanian di sepanjang bantaran sungai juga terancam rusak,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah daerah maupun pusat segera turun tangan untuk membangun kembali tanggul yang jebol demi mencegah dampak lebih luas terhadap infrastruktur dan kehidupan warga sekitar. (Ayu/CN/Djavatoday)

