Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Kebanggaan besar kembali datang dari dunia pendidikan Kabupaten Ciamis. Kelompok paduan suara PGRI Kabupaten Ciamis sukses menorehkan prestasi gemilang dengan meraih Juara 1 dalam ajang “Puspa Swara Wanoja Sunda” tingkat Provinsi Jawa Barat.
Prestasi tersebut diraih setelah tim paduan suara yang beranggotakan para guru perempuan asal Tatar Galuh tampil memukau di hadapan dewan juri dan berhasil menyisihkan sejumlah peserta unggulan dari berbagai daerah di Jawa Barat.
Ajang bergengsi yang mengangkat tema “Ngaguar Asih, Ngahudangkeun Rasa” itu diikuti 10 finalis terbaik dari berbagai kota dan kabupaten.
Persaingan berlangsung ketat karena seluruh peserta menampilkan kemampuan vokal dan penghayatan budaya Sunda yang kuat.
Namun di tengah ketatnya kompetisi, tim PGRI Ciamis justru mampu tampil percaya diri dengan harmonisasi suara yang matang dan penuh penghayatan.
Penampilan mereka sukses mencuri perhatian hingga akhirnya dinobatkan sebagai juara pertama.
Tak tanggung-tanggung, PGRI Ciamis berhasil mengungguli sejumlah kontestan kuat seperti PGRI Kota Bandung, PGRI Kabupaten Purwakarta, hingga delegasi dari Persit Kartika Chandra Kirana dan Bhayangkari.
Ketua PGRI Kabupaten Ciamis, Edi Rusyana, mengaku bersyukur atas capaian luar biasa tersebut.
Menurutnya, keberhasilan ini menjadi bukti bahwa para guru di Ciamis tidak hanya berperan dalam dunia pendidikan, tetapi juga mampu berkontribusi menjaga dan melestarikan budaya Sunda.
“Alhamdulillah, PGRI Kabupaten Ciamis berhasil meraih Juara 1 tingkat Jawa Barat. Kami mengucapkan terima kasih atas doa, dukungan, dan motivasi dari seluruh keluarga besar PGRI serta masyarakat Tatar Galuh,” ujar Edi Rusyana, Minggu (17/5/2026).
Ia menilai kemenangan tersebut lahir dari kerja keras, kekompakan, dan semangat para anggota tim yang selama ini menjalani latihan secara serius demi memberikan penampilan terbaik.
“Dedikasi dan harmoni suara yang ditampilkan tim paduan suara PGRI Ciamis telah berhasil mengharumkan nama Kabupaten Ciamis di tingkat provinsi,” katanya.
Edi juga menyebut keberhasilan ini menjadi motivasi bagi para tenaga pendidik untuk terus berkarya dan mengembangkan potensi di luar aktivitas belajar mengajar.
Sebelumnya, perjalanan menuju babak final sempat menghadirkan ketegangan tersendiri. Nama-nama besar dari sejumlah daerah membuat persaingan diprediksi berlangsung sengit.
Namun, tim PGRI Ciamis mampu membuktikan kualitasnya lewat penampilan yang solid dan menyentuh.
Perpaduan teknik vokal, kekompakan, serta penjiwaan lagu Sunda yang kuat menjadi nilai lebih bagi tim asal Tatar Galuh tersebut. Tak heran jika penampilan mereka mampu memikat dewan juri hingga membawa pulang trofi juara pertama ke Kabupaten Ciamis.
Prestasi ini sekaligus menjadi bukti bahwa seni dan budaya Sunda masih tumbuh kuat di lingkungan pendidikan. Para guru tidak hanya menjadi pengajar di ruang kelas, tetapi juga tampil sebagai penjaga budaya daerah melalui karya dan kreativitas yang membanggakan.(Ayu/CN/Djavatoday)

