Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi siswa Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Ciamis mulai digelar serentak, Senin (20/4/2026). Sebanyak 14.711 siswa dari 738 sekolah ambil bagian dalam ujian tersebut yang dijadwalkan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.
Dinas Pendidikan Ciamis membagi pelaksanaan TKA ke dalam empat gelombang. Gelombang pertama diikuti 5.137 siswa dari 295 sekolah, disusul gelombang kedua sebanyak 7.248 siswa dari 358 sekolah. Sementara itu, gelombang ketiga diikuti 2.067 siswa dari 91 sekolah, dan gelombang keempat sebanyak 259 siswa dari 10 sekolah.
Kabid SD Dinas Pendidikan Ciamis, Sigit, mengatakan seluruh SD di wilayahnya turut serta dalam pelaksanaan TKA tahun ini.
“Total ada 14.711 siswa dari 738 sekolah yang mengikuti TKA, dan pelaksanaannya dibagi ke dalam empat gelombang,” ujarnya.
Namun, di balik pelaksanaan serentak tersebut, sejumlah sekolah masih menghadapi kendala keterbatasan sarana. Minimnya perangkat seperti laptop dan Chromebook membuat sebagian sekolah tidak bisa menggelar ujian di tempat sendiri.
Kondisi itu dialami SDN 7 Ciamis. Sebanyak 101 siswa harus mengikuti TKA di SMPN 2 Ciamis karena fasilitas di sekolah asal belum memadai. Dari total 15 unit Chromebook yang dimiliki, sebagian besar dalam kondisi rusak sehingga tidak cukup digunakan untuk seluruh peserta.
Sejak pagi, suasana di SMPN 2 Ciamis tampak lebih ramai dari biasanya. Para siswa datang dengan penuh semangat, lalu dipanggil satu per satu oleh pengawas untuk menerima kartu peserta. Setelah itu, mereka masuk ke ruang ujian sesuai nomor masing-masing dan mulai mengerjakan soal usai mendapat arahan.
Kepala SDN 7 Ciamis, Kiki Kohara, menjelaskan pelaksanaan TKA di sekolahnya dibagi menjadi tiga sesi agar seluruh siswa bisa terlayani.
“Sesi pertama dimulai pukul 07.00 sampai 08.45 WIB, kemudian dilanjutkan sesi kedua dan ketiga. Untuk hari ini materinya Matematika dan survei karakter,” katanya.
Ia mengakui keterbatasan fasilitas menjadi alasan utama pihaknya berkolaborasi dengan SMPN 2 Ciamis.
“Kami hanya memiliki 15 Chromebook bantuan pemerintah, itu pun delapan unit sudah rusak. Karena itu kami mencari sekolah yang lebih representatif. Alhamdulillah SMPN 2 Ciamis bersedia memfasilitasi,” jelasnya.
Terkait materi ujian, Kiki menyebut komposisi soal sebagian besar berasal dari pemerintah pusat.
“Sekitar 75 persen soal dari pusat dan 25 persen dari daerah. Di Ciamis juga ada tim khusus yang menyusun soal TKA,” ungkapnya.
Ia menegaskan TKA bukan menjadi penentu kelulusan siswa. Meski begitu, hasil tes tetap penting sebagai bekal melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
“TKA tidak wajib dan tidak memengaruhi kelulusan. Tapi ada sekolah yang mensyaratkan nilai TKA saat masuk SMP. Jadi kami berinisiatif mengikutkan semua siswa agar tidak terkendala ke depan,” tuturnya.
Menurut Kiki, tingkat kesulitan soal relatif tidak terlalu berat. Namun, faktor mental siswa masih menjadi tantangan.
“Secara materi tidak terlalu sulit, tapi anak-anak kadang masih gugup saat ujian. Karena itu kami terus menenangkan mereka dan memperbanyak latihan, terutama penggunaan komputer agar tidak salah klik,” katanya.
Hingga sesi pertama, pelaksanaan TKA di sejumlah lokasi berjalan lancar.
“Alhamdulillah sejauh ini aman dan tidak ada kendala berarti. Mudah-mudahan sampai sesi terakhir tetap berjalan lancar,” pungkasnya. (Ayu/CN/Djavatoday)

