Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, suasana di kandang Sriwijaya Farm, Desa Cisadap, Kecamatan Ciamis, tampak lebih sibuk dibanding hari biasa. Permintaan hewan kurban tahun ini disebut meningkat cukup signifikan, bahkan diperkirakan mencapai 30 persen dibanding tahun sebelumnya.
Di tengah tingginya minat masyarakat tersebut, peternak justru menghadapi tantangan baru. Mereka mengaku kesulitan mendapatkan sapi yang benar-benar sehat dan berkualitas untuk memenuhi kebutuhan pasar.
Pegawai Sriwijaya Farm, Tahyan, mengatakan masyarakat saat ini banyak mencari sapi di kisaran harga Rp20 juta. Namun harga tersebut kini mulai sulit ditemukan karena harga pasar mengalami perubahan.
“Sekarang bukan naik harga, tapi memang sudah ganti harga. Kalau dulu Rp20 juta masih dapat sapi bagus, sekarang paling murah sekitar Rp22 juta sampai Rp23 juta,” ujar Tahyan, Senin (11/5/2026).
Menurutnya, sebagian besar sapi yang tersedia di kandang Sriwijaya Farm berada di atas harga Rp23 juta. Kondisi itu dipengaruhi semakin terbatasnya stok sapi berkualitas di tingkat peternak.
Tahyan menjelaskan, pihaknya kini lebih berhati-hati dalam mencari hewan kurban. Kekhawatiran terhadap penyakit ternak membuat mereka tidak sembarangan membeli sapi.
“Barang sekarang memang agak susah dicari. Kami tidak asal ambil sapi karena khawatir soal kesehatan ternak,” katanya.
Untuk menjaga kualitas, Sriwijaya Farm memilih membeli sapi langsung dari peternak dibanding dari pasar hewan. Cara tersebut dinilai lebih aman karena riwayat kesehatan sapi lebih mudah dipantau.
“Kami belanja langsung ke kandang peternak, bukan dari pasar. Memang lebih sulit, tapi kesehatan sapi lebih terjamin. Di sini juga rutin diperiksa,” jelasnya.
Hingga pertengahan Mei 2026, puluhan ekor sapi di kandang tersebut sudah terjual. Meski begitu, pembeli masih terus berdatangan setiap hari sehingga pihak kandang berencana kembali menambah stok sapi dari peternak lain.
“Kami tidak mau asal beli sapi hanya untuk mengejar stok. Ini untuk ibadah kurban, jadi kualitas harus benar-benar dijaga supaya pembeli tidak kecewa,” tambah Tahyan.
Di Sriwijaya Farm tersedia berbagai jenis sapi kurban, mulai dari Simental, Limosin hingga Peranakan Ongole (PO). Ukuran dan harga pun bervariasi sesuai bobot dan jenis sapi.
Sementara itu, Pengurus Sriwijaya Farm, Yasmin Sambas, mengungkapkan peningkatan permintaan tahun ini cukup terasa dibanding Iduladha tahun lalu. Bahkan pasar mereka kini meluas hingga luar daerah.
“Alhamdulillah permintaan naik cukup banyak. Sekarang pembeli bukan hanya dari Ciamis, tapi ada juga dari Jakarta dan Bekasi,” ujar Yasmin.
Menurutnya, kepercayaan konsumen menjadi hal utama yang dijaga pihak kandang. Karena itu, pembeli dipersilakan melihat langsung kondisi sapi sebelum melakukan transaksi.
“Kami tidak ingin pembeli merasa ragu. Semua bisa dicek langsung, mulai dari kesehatan, umur, sampai bobot sapi. Kami juga menggunakan timbangan elektrik supaya hasilnya akurat,” katanya.
Harga sapi kurban di Sriwijaya Farm saat ini berkisar antara Rp23 juta hingga Rp35 juta per ekor, tergantung ukuran dan jenis ternak.
Tak hanya menjual, pihak kandang juga menyediakan layanan penitipan bagi pembeli yang ingin menyimpan sapi hingga mendekati hari penyembelihan. Selama dititipkan, hewan kurban tetap dirawat dan dipantau kesehatannya secara rutin.
“Setelah dibeli tetap kami rawat maksimal sampai waktu pengiriman. Pengawasan kesehatan juga rutin dibantu Dinas Peternakan supaya kondisi sapi tetap prima,” pungkas Yasmin. (Ayu/CN/Djavatoday)

