Berita Ciamis(Djavatoday.com),- Pasanggiri Reog Kabupaten Ciamis 2025 berlangsung meriah di kawasan Wisata Alam Cadas Ngampar, Desa Wisata Gunungsari, Kecamatan Sadananya. Acara yang digelar oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis ini menjadi wadah pelestarian sekaligus kebangkitan seni tradisional Reog di Tatar Galuh.
Mengusung tema “Ngarojatkeun Ajén Nasionalisme Ngaliwatan Seni Jeung Tradisi di Tatar Galuh”, kegiatan ini menegaskan bahwa kesenian tradisional tidak hanya bernilai hiburan, tetapi juga berperan penting dalam memperkuat identitas dan rasa kebangsaan.
“Tujuan kegiatan ini adalah menginventarisasi seni Reog yang sudah lama berkembang di Ciamis sekaligus membangkitkan minat generasi muda agar mau terlibat melestarikannya,” ujar Kepala Bidang Destinasi Wisata Dinas Pariwisata Ciamis, Dian Kusdiana S.IP., MM.
Sebanyak tujuh grup Reog tradisional tampil memperebutkan gelar juara, di antaranya Ampel Pusaka Group, Pertabuna Chanel, Manyar Group, Tapak Jalak Mekar, Darmabakti, Tarum Grup, dan Panghudangsari. Setiap grup diwajibkan memiliki minimal lima anggota sesuai pakem tradisi.
Penampilan para peserta dibagi ke dalam dua sesi, yakni pembukaan selama 10 menit yang menampilkan pakem dan dialog, serta 25 menit kreasi bebas. Total waktu maksimal yang diberikan adalah 35 menit untuk tiap grup.
Meski diguyur hujan dan udara terasa dingin, antusiasme masyarakat tetap tinggi. Warga dari berbagai kalangan usia memadati lokasi, bahkan penampilan juga disiarkan secara langsung melalui kanal media sosial YouTube dan TikTok BPPD Ciamis, Dispar Ciamis, serta Diskominfo Ciamis.
Pada akhir kompetisi, Grup Reog Panghudangsari berhasil keluar sebagai juara pertama. Posisi kedua diraih Pertabuna Chanel, sementara juara ketiga ditempati Manyar Group.
Selain sebagai ajang kompetisi, Pasanggiri Reog 2025 juga diharapkan dapat menjadi ruang silaturahmi antar penggiat seni budaya di Tatar Galuh serta sarana untuk menumbuhkan bibit-bibit baru pelestari seni tradisi. (Ayu/CN/Djavatoday)

