Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Setiap acara resmi di Kabupaten Ciamis tak pernah lepas dari alunan lagu berbahasa Sunda bertajuk “Pakena Gawe Rahayu”. Lebih dari sekadar pembuka seremonial, lagu ini menyimpan nilai historis dan filosofis yang dalam bagi warga Tatar Galuh.
Namun, tidak banyak yang mengetahui asal-usul lagu yang kini menjadi identitas budaya Ciamis tersebut. Lagu ini ternyata lahir pada tahun 1985 dari tangan seorang maestro seni Sunda, almarhum Nano S—yang saat itu merupakan pengajar di SMKI Bandung.
Menurut Rosadi alias Kang Ocay, seniman asal Ciamis yang kala itu menjadi peserta Praktek Kerja Nyata (PKN) SMKI di Ciamis, lagu ini merupakan bentuk persembahan dari Nano S sebagai ungkapan terima kasih kepada masyarakat Ciamis yang telah menerima para siswa dengan hangat.
“Lagu itu dibuat khusus oleh alm. Nano S sebagai hadiah untuk masyarakat. Tradisinya, setiap daerah yang menjadi lokasi PKN biasanya dibuatkan lagu. Dan untuk Ciamis, lahirlah lagu dengan lirik ‘Pakena Gawe Rahayu, Pakeun Heubeul Jaya Dibuana’,” tutur Kang Ocay, Minggu (4/5/2025).
Awalnya, lagu ini hadir dalam format mars dengan tempo cepat dan semangat tinggi. Namun, seiring berjalannya waktu, lagu tersebut lebih dikenal dalam versi tembang Sunda yang bernuansa lembut, dimainkan dengan iringan kecapi suling. Versi ini kerap dinyanyikan dalam berbagai kegiatan di lingkungan sekolah, desa, kecamatan hingga tingkat kabupaten.
Lagu “Pakena Gawe Rahayu” pun mendapat sambutan positif dari Pemerintah Kabupaten Ciamis di bawah kepemimpinan Bupati Momon Gandasasmita. Lagu ini kemudian diresmikan sebagai lagu daerah Kabupaten Ciamis, menggantikan lagu sebelumnya yang berjudul “Papalayon Ciamis” yang dianggap kurang cocok sebagai mars.
Kang Ocay menjelaskan, lirik lagu ini sarat akan semangat membangun dan merefleksikan nilai-nilai dari lambang Kabupaten Ciamis. Bahkan, sebagian isi lagunya terinspirasi dari prasasti Kawali yang sarat filosofi.
“Ini lagu bukan sekadar simbol, tapi punya nilai sejarah dan budaya yang kuat. Masyarakat menerimanya dengan antusias, dan sampai sekarang masih dikenang lintas generasi,” jelasnya.
Salah satu warga Karangkamulyan, Adang Kartobi alias Apeh, masih mengingat momen saat lagu ini pertama kali diperkenalkan di desanya. Saat itu, ia masih duduk di bangku sekolah dasar.
“Kalau dengar lagu ini, saya masih suka merinding. Waktu pertama diperkenalkan oleh peserta PKN, suasananya benar-benar berkesan,” ungkap Apeh.
Ia juga mengenang momen saat dirinya terpilih menari dalam pertunjukan peluncuran lagu tersebut di Pendopo Bupati Ciamis. Ia menyebut, suasana perpisahan saat program PKN usai penuh haru hingga membuat warga desa meneteskan air mata.
Lagu “Pakena Gawe Rahayu” kini menjadi warisan budaya tak ternilai. Kehadiran muatan lokal Karawitan di tingkat SD dan SMP pada masa itu turut memperkuat eksistensinya. Anak-anak yang dulu diajarkan lagu ini, kini telah menjadi orang tua dan tetap mengajarkan serta mengenangnya.
Berikut adalah lirik lengkap lagu “Ciamis” versi Sunda:
Pakena gawe rahayu
Pakeun heubeul jaya di buana
Ciamis natar udagan
Mapag mangsa datang
Nanjung tur gumilang
Mahayunan kadatuan
Kiwari ngancik bihari
Ayeuna sampeureun jaga
Geusan mahayunan ayuna kadatuan
Ciamis manjang manisna
Ciamis manjing dinamis
Pangharepan pangwangunan
Kukuh ajeg pribadi
Raharja lemah cai
(Ayu/CN/Djavatoday)

