Berita Ciamis (Djavatoday.com).- Pagi itu, Tarmana (53) hanya berniat menjalani rutinitas seperti biasa. Sekitar pukul 07.44 WIB, ia melangkah ke kandang ayam di samping rumahnya di Dusun Jetak, Desa Sindangsari, Kecamatan Cikoneng, Rabu (11/2/2026). Ember pakan sudah di tangan. Namun begitu pintu kandang dibuka, langkahnya mendadak terhenti.
Di sudut kandang, seekor ular besar melingkar di antara bilah bambu dan jeruji kawat. Tubuhnya tebal, panjangnya diperkirakan mencapai tiga meter. Sanca kembang itu diam, tetapi kehadirannya cukup membuat siapa pun menahan napas.
Tarmana tak mengambil risiko. Ia segera menjauh dan menghubungi UPTD Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Ciamis. Laporan itu langsung ditindaklanjuti. Tak lama berselang, petugas Damkar tiba di lokasi dengan perlengkapan evakuasi.
Proses penanganan berlangsung hati-hati. Petugas memastikan area sekitar aman sebelum mulai menjepit dan mengamankan tubuh ular yang diketahui berjenis Malayopython reticulatus tersebut. Sekitar pukul 08.30 WIB, evakuasi dinyatakan selesai. Tidak ada korban luka maupun kerugian materiil dalam kejadian itu.
Kasi Pengendalian dan Penanganan Kebakaran Satpol PP Kabupaten Ciamis, mewakili Kasat Pol PP Rd. Ega Anggara, menyampaikan bahwa kemunculan ular di area permukiman bukan hal yang mustahil, terutama di wilayah yang berdekatan dengan sawah, kebun, atau semak-semak.
Ia mengingatkan warga agar tidak mencoba menangani sendiri satwa liar yang berpotensi membahayakan. “Jika menemukan hewan liar seperti ular, sebaiknya segera laporkan ke Damkar agar bisa ditangani dengan aman,” ujarnya.
Ular sanca yang berhasil diamankan itu selanjutnya dibawa petugas untuk dilepasliarkan kembali ke habitat yang jauh dari permukiman warga.
Bagi Tarmana, pagi itu mungkin tak akan mudah dilupakan. Rutinitas memberi makan ayam berubah menjadi pertemuan tak terduga dengan penghuni liar yang tersesat. Beruntung, respons cepat petugas membuat situasi kembali terkendali sebelum kepanikan meluas. (Andra/CN/Djavatoday)

