Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Suasana khidmat terasa di kawasan Keramat Balemoyan, Blok Cingembing, Dusun Karangkendal, Desa Pusakanagara, Kecamatan Kawali, Selasa (19/5/2026). Di tengah rindangnya pepohonan dan aroma dupa yang samar tercium, warga berjalan perlahan menuju area makam leluhur sambil memanjatkan doa bersama.
Tradisi “Nyurti Karuhun Lembur” kembali digelar sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-43 Desa Pusakanagara. Kegiatan budaya dan religi itu menjadi momen masyarakat untuk mengenang jasa para leluhur yang telah membangun serta menyebarkan nilai keagamaan di wilayah tersebut.
Salah satu tokoh yang dihormati dalam kegiatan itu yakni KH Japar Sidik, sosok yang dikenal sebagai penyebar awal agama Islam di Desa Pusakanagara. Warga bersama jajaran pemerintah desa tampak khusyuk mengikuti doa bersama di area makam keramat Bale Moyan.
Kepala Desa Pusakanagara, Asep Rismayadi, mengatakan tradisi nyurti karuhun bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan bentuk penghormatan kepada para pendahulu sekaligus upaya menjaga warisan sejarah desa agar tidak hilang ditelan zaman.
“Melalui kegiatan ini kami ingin mengingat jasa para leluhur, khususnya KH Japar Sidik yang menjadi tokoh penting penyebaran Islam di Desa Pusakanagara. Ini juga menjadi cara untuk mempererat kebersamaan masyarakat dalam momentum hari jadi desa,” ujar Asep.
Menurutnya, peringatan HUT Desa Pusakanagara tahun ini dikemas dengan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat. Rangkaian acara telah dimulai sejak 15 Mei 2026, diawali nyurti pupuhu lembur ke sejumlah makam leluhur, kemudian dilanjutkan dengan apel hari jadi desa, festival seni Islami, bazar UMKM, hingga tabligh akbar.
“Peringatan hari jadi desa bukan hanya seremoni, tetapi menjadi ajang silaturahmi sekaligus penguatan nilai sejarah dan budaya yang diwariskan para leluhur,” katanya.
Kegiatan nyurti karuhun juga dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, Andang Firman, bersama sejumlah tokoh masyarakat dan unsur pemerintahan lainnya. Kehadiran para pejabat daerah menambah khidmat suasana tradisi yang telah lama dijaga masyarakat setempat.
Di sela kegiatan, warga tampak saling bercengkerama sambil menikmati suasana pedesaan yang masih asri. Tradisi tersebut tidak hanya menjadi ruang doa dan penghormatan kepada leluhur, tetapi juga mempertemukan kembali masyarakat dalam semangat gotong royong dan kebersamaan.
Pemerintah Desa Pusakanagara berharap nilai-nilai budaya dan religius yang diwariskan para karuhun tetap hidup di tengah perkembangan zaman, sekaligus menjadi pengingat bagi generasi muda agar tidak melupakan sejarah desanya sendiri.
Rencananya, puncak peringatan HUT ke-43 Desa Pusakanagara akan dipusatkan di Lapang Sepak Bola Garuda dengan menghadirkan berbagai pertunjukan seni budaya dan kegiatan keagamaan yang terbuka bagi masyarakat umum. (Andra/CN/Djavatoday)

