Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Pagi yang semula berjalan seperti biasa mendadak berubah menegangkan bagi Rida Fauziah, warga Dusun Cierih, Desa Cierih, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis. Saat hendak memberi pakan ayam, ia justru mendapati seekor ular tengah melilit mangsanya di atas kandang ayam.
Pemandangan itu membuat ibu rumah tangga berusia 23 tahun tersebut memilih mengurungkan niatnya mendekati kandang. Ia segera meminta bantuan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Pos WMK Kawali untuk mengevakuasi reptil tersebut.
Kabid Damkar Dinas Satpol PP Kabupaten Ciamis, Budi Rahmat, mengatakan laporan diterima petugas pada Sabtu (1/8/2026) sekitar pukul 08.27 WIB.
Menurutnya, ular yang ditemukan merupakan jenis ular korros (Ptyas korros) dengan panjang sekitar satu meter.
“Awalnya pelapor hendak memberi makan ayam. Saat mendekati kandang, ia melihat seekor ular sedang memangsa tikus di atas tumpukan kayu yang berada di atas kandang ayam. Karena khawatir ular itu membahayakan penghuni rumah maupun ternak, pelapor langsung menghubungi petugas Damkar,” ujar Budi.
Tak lama setelah menerima laporan, tim WMK Kawali langsung bergerak menuju lokasi. Sesampainya di tempat kejadian, petugas mendapati ular masih berada di sela-sela tumpukan kayu yang dijadikan tempat persembunyiannya.
Dengan menggunakan peralatan khusus, petugas perlahan membongkar tumpukan kayu sambil memastikan ular tidak berpindah ke area permukiman.
Suasana sempat membuat warga sekitar penasaran. Mereka memilih menyaksikan dari kejauhan sembari memberikan ruang kepada petugas untuk bekerja.
“Proses evakuasi berlangsung cukup lancar. Ular berhasil diamankan tanpa perlawanan berarti dan tidak ada korban dalam kejadian ini. Setelah dipastikan situasi aman, petugas kembali ke pos,” kata Budi.
Ia menjelaskan, ular korros sebenarnya bukan termasuk ular berbisa. Meski demikian, keberadaannya di sekitar rumah tetap dapat menimbulkan kepanikan, terlebih jika ditemukan di dekat kandang ternak atau area yang sering dilalui warga.
Menurut Budi, kemunculan ular di lingkungan permukiman umumnya dipicu oleh keberadaan mangsa seperti tikus.
“Kalau di sekitar rumah banyak tikus, otomatis itu menjadi daya tarik bagi ular untuk datang mencari makan. Karena itu, menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi tempat persembunyian tikus menjadi salah satu langkah pencegahan agar ular tidak masuk ke permukiman,” jelasnya.
Evakuasi tersebut dilakukan oleh tiga personel WMK Kawali, yakni Arydy F, Rizal S, dan Tresna F. Penanganan selesai sekitar pukul 08.59 WIB, kemudian petugas kembali ke markas.
Budi pun mengingatkan masyarakat agar tidak panik apabila menemukan ular di sekitar rumah. Ia mengimbau warga untuk menjaga jarak dan segera melaporkannya kepada petugas agar penanganan dapat dilakukan dengan aman.
“Kami mengimbau masyarakat tidak mencoba menangkap ular sendiri, apalagi jika tidak mengetahui jenisnya. Lebih baik segera hubungi petugas Damkar agar proses evakuasi bisa dilakukan secara aman dan meminimalkan risiko yang tidak diinginkan,” pungkasnya. (Ayu/CN/Djavatoday)

