Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Penerapan metode Pertanian Sehat Ramah Lingkungan (PSRL) di Kabupaten Ciamis mulai menunjukkan hasil signifikan. Selain menjaga kualitas lahan, metode ini terbukti mampu meningkatkan produktivitas panen hingga dua kali lipat dibandingkan metode konvensional.
Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, Andang Firman, mengungkapkan bahwa pendekatan pertanian berbasis organik yang kini terus digencarkan merupakan bagian dari strategi daerah dalam memperkuat kemandirian pangan.
Program ini juga merupakan tindak lanjut dari arahan Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya.
Salah satu bukti nyata keberhasilan metode ini terlihat dari hasil uji coba yang dilakukan pada 2025. Di lahan seluas 120 bata, produksi padi yang sebelumnya hanya berkisar antara 5 hingga 6 kuintal, meningkat drastis menjadi 1,2 ton padi kering panen setelah menerapkan sistem pertanian sehat.
“Ini bukan sekadar teori. Hasilnya nyata dan sudah terbukti di lapangan,” ujar Andang.
Metode PSRL mengandalkan penggunaan kompos serta Mikroorganisme Lokal (MOL) sebagai pengganti pupuk kimia. Bahan-bahan yang digunakan pun mudah ditemukan di lingkungan sekitar, seperti air cucian beras, limbah air kelapa, buah maja, keong mas, hingga sisa telur.
Selain meningkatkan hasil panen, kualitas produk yang dihasilkan juga lebih baik. Nasi dari beras organik ini diketahui memiliki daya tahan lebih lama dan tidak mudah basi, bahkan bisa bertahan hingga empat hari.
Di sisi lain, biaya produksi menjadi lebih efisien karena petani tidak lagi bergantung pada pupuk kimia. Hal ini sekaligus mendorong kemandirian petani dalam mengelola sumber daya yang tersedia di lingkungan mereka.
Pemkab Ciamis mencatat, hingga Desember lalu, luas lahan yang telah menerapkan metode ini mencapai sekitar 70 hektare dan terus bertambah seiring meningkatnya kesadaran petani.
Ke depan, pemerintah daerah optimistis bahwa penerapan pertanian ramah lingkungan tidak hanya berdampak pada peningkatan produksi, tetapi juga mampu melahirkan produk unggulan daerah yang berdaya saing tinggi. (Poy/CN/Djavatoday.com)

