Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Sebuah rumah milik Romlah (70), warga Dusun Cihaurgeulis, Desa Kawunglarang, Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis, terbakar pada Kamis (20/8/2026) dini hari. Kebakaran diduga dipicu tungku api yang lupa dimatikan.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 02.10 WIB. Api kemudian membesar dan membakar bagian dapur rumah dengan luas area terdampak sekitar 5 x 2 meter. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut.
Kepala Dusun Cihaurgeulis, Topik, yang mengetahui kejadian itu langsung melaporkannya ke Pos WMK Rancah. Laporan diterima petugas pemadam kebakaran pada pukul 02.17 WIB. Enam menit kemudian, petugas berangkat menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 02.32 WIB.
Kabid Damkar Dinas Satpol PP Kabupaten Ciamis Budi Rahmat mengatakan petugas langsung melakukan pemadaman setelah tiba di lokasi.
“Begitu menerima laporan, petugas Pos WMK Rancah langsung bergerak menuju lokasi. Setibanya di sana, kami melakukan pemadaman pada bagian rumah yang terbakar agar api tidak merembet ke bagian lainnya,” kata Budi.
Setelah api berhasil dipadamkan, petugas melakukan pemeriksaan di sekitar lokasi untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi menimbulkan kebakaran susulan. Petugas juga melakukan pendataan terhadap dampak kejadian sebagai bahan laporan.
Berdasarkan hasil penanganan awal, kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai Rp10 juta. Tidak ada warga yang dilaporkan meninggal dunia maupun mengalami luka.
Budi menyebut kebakaran tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati saat menggunakan tungku atau sumber api di rumah. Api yang ditinggalkan tanpa pengawasan dapat dengan cepat memicu kebakaran.
“Kami mengimbau masyarakat untuk memastikan tungku, kompor, maupun sumber api lainnya benar-benar sudah dalam kondisi mati ketika ditinggalkan atau sebelum tidur. Jangan sampai kelalaian kecil menimbulkan kebakaran dan kerugian yang lebih besar,” ujarnya.
Dalam penanganan kebakaran tersebut, petugas Pos WMK Rancah dibantu unsur Koramil Rancah, aparat desa, dan warga sekitar. Petugas juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan kebakaran dan penyelamatan saat terjadi keadaan darurat.
Selain itu, petugas menyosialisasikan layanan darurat pemadam kebakaran dan Pos WMK Rancah agar masyarakat dapat segera melapor ketika terjadi kebakaran.
Budi menegaskan kecepatan laporan sangat penting dalam penanganan kebakaran. Semakin cepat informasi diterima, semakin cepat pula petugas dapat bergerak untuk mencegah api meluas.
“Kami meminta masyarakat segera melapor jika melihat kebakaran. Jangan menunggu api membesar karena waktu sangat menentukan dalam proses pemadaman dan penyelamatan,” pungkasnya. (Ayu/CN/Djavatoday)

