Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Suara letusan dari tiang listrik sempat memecah suasana dini hari di kawasan Jalan Nasional III, Kelurahan Ciamis, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, Selasa (7/7/2026). Warga yang mencari sumber suara itu dibuat kaget setelah mendapati seekor kukang jawa terjatuh ke tanah usai diduga tersengat aliran listrik.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 01.40 WIB. Kukang pertama kali ditemukan warga bernama Rangga Nugraha (22) yang saat itu sedang begadang bersama temannya sambil menunggu siaran sepak bola.
Kabid Damkar Dinas Satpol PP Ciamis, Budi Rahmat, membenarkan adanya laporan warga terkait kemunculan kukang di wilayah perkotaan Ciamis. Satwa dilindungi itu diduga sempat mengenai instalasi listrik hingga memunculkan letusan dan percikan api di tiang listrik.
“Awalnya pelapor sedang bergadang menunggu siaran sepak bola. Tiba-tiba terdengar suara letusan dari arah tiang listrik di depan rumah. Setelah dicek, ternyata ada seekor kukang yang tersetrum lalu terlempar ke tanah,” ujar Budi saat dikonfirmasi.
Menurut Budi, warga segera menghubungi Damkar setelah mengetahui hewan tersebut merupakan kukang jawa yang termasuk satwa dilindungi. Selain itu, warga juga khawatir percikan api di tiang listrik memicu gangguan yang lebih besar.
“Karena kukang ini termasuk hewan yang dilindungi, warga memilih melapor ke Damkar. Selain untuk evakuasi satwa, petugas juga memastikan kondisi di sekitar tiang listrik aman dan tidak menimbulkan bahaya lanjutan,” katanya.
Setelah menerima laporan, tim UPTD Damkar Ciamis yang terdiri dari Andi Kuswandi, Bima Bayu Putra, dan Tian Andiana langsung menuju lokasi. Proses penanganan turut melibatkan unsur PLN dan warga sekitar.
Saat petugas tiba, kukang berada di tanah dalam kondisi masih hidup. Satwa nokturnal itu kemudian diamankan agar tidak kembali mendekati area berbahaya di sekitar instalasi listrik maupun menjadi sasaran warga.
“Penanganan selesai sekitar pukul 02.10 WIB dan situasi di lokasi dipastikan aman,” ucap Budi.
Setelah dievakuasi, kukang tersebut diserahkan ke BKSDA untuk penanganan lebih lanjut. Hingga kini belum diketahui dari mana asal kukang itu sebelum akhirnya masuk ke kawasan permukiman di pusat Kota Ciamis.
“Kondisi kukang masih hidup dan sudah kami serahkan ke BKSDA Ciamis,” kata Budi. (Ayu/CN/Djavatoday)

