Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Di tengah hangatnya momen Lebaran, ada satu camilan khas yang tak pernah absen dari meja tamu di rumah-rumah warga Ciamis, Kue Seroja. Makanan ringan tradisional yang juga dikenal dengan sebutan kembang goyang ini punya ciri khas tekstur yang renyah, garing, dan guri, membuat siapa saja yang mencicipinya sulit berhenti mengunyah.
Tahun ini, Kue Seroja kembali menjadi bintang. Tak hanya disajikan saat hari raya, camilan ini juga jadi buah tangan favorit para pemudik yang hendak kembali ke perantauan. Permintaan pun melonjak drastis, membuat para perajin kue Seroja di Ciamis kebanjiran pesanan.
Salah satu perajin yang ikut merasakan berkah musim Lebaran ini adalah Mak Cicih (53). Warga Blok Tegal Panjang, Lingkungan Sikuraja, Kelurahan Linggasari, Kecamatan Ciamis ini sudah lebih dari lima tahun menggeluti usaha rumahan ini.
“Biasanya mulai ramai sejak hari ke-20 puasa. Tapi tahun ini alhamdulillah sampai H+3 Lebaran masih ada yang pesan, kebanyakan untuk oleh-oleh,” ujar Mak Cicih saat ditemui di dapurnya yang sibuk penuh aroma harum kue Seroja, Jumat (4/3/2025).
Awalnya, Mak Cicih hanya membuat kue ini karena permintaan tetangga sekitar. Lama-lama, kabar tentang enaknya Kue Seroja buatannya menyebar dari mulut ke mulut. Kini, ia bisa menghabiskan sekitar 50 kilogram tepung beras dalam semusim. Satu kilogram tepung bisa menghasilkan sekitar 75 buah kue Seroja.
Tak hanya enak, kue buatan Mak Cicih juga variatif. Ia menyediakan beberapa varian rasa seperti original, daun jeruk, kacang, ketumbar, hingga kombinasi daun jeruk dan kacang. Semua dijual dengan harga terjangkau, hanya Rp1.000 per buah.
“Yang paling laris itu rasa daun jeruk dan kacang. Kalau pesanan banyak, biasanya saya tambah bonus beberapa biji,” ujarnya sambil tersenyum.
Membuat kue Seroja ternyata tidak semudah kelihatannya. Prosesnya membutuhkan teknik khusus, terutama saat melepaskan adonan dari cetakan berbentuk bunga. Jika salah teknik, adonan bisa gagal terbentuk dan melekat pada cetakan.
Meski begitu, Mak Cicih tetap semangat. Ia merasa bersyukur karena usahanya bisa menambah penghasilan dan memberi kebahagiaan bagi para pelanggan, terutama di momen spesial seperti Lebaran.
“Alhamdulillah, tahun ini pesanan lebih banyak dari tahun lalu. Rezeki enggak ke mana,” tutupnya. (Ayu/CN/Djavatoday)

