Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Galuh (Unigal) Ciamis yang tengah mengabdi di Desa Sukawening, Kecamatan Cipaku, melaksanakan program edukasi mengenai dampak positif dan negatif media sosial bagi siswa. Kegiatan ini digelar di SMPN 1 Atap Cipaku pada Selasa (26/8/2025) dan disambut antusias para peserta.
Program kerja yang diinisiasi mahasiswa Fakultas Hukum Unigal itu dihadiri seluruh siswa, perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, serta Baznas Kabupaten Ciamis. Pada kesempatan tersebut, Baznas juga menyalurkan santunan untuk siswa yatim piatu, sehingga suasana kegiatan terasa semakin bermakna.
Empat narasumber hadir membawakan materi, yakni Ichsan Permana, Kayan Manggala, Fauzi Fathulamin Juandi, dan Irma Susilawati. Mereka secara bergantian memaparkan materi seputar peluang dan risiko media sosial di era digital.
Ichsan Permana mengungkapkan, tema ini diangkat karena besarnya pengaruh media sosial di Indonesia. Berdasarkan data 2025, jumlah pengguna media sosial mencapai 143 juta orang atau 50,2 persen dari total populasi, dengan rata-rata penggunaan tiga jam lebih setiap harinya.
“Data itu menunjukkan betapa besar dampaknya dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di kalangan pelajar. Karena itu, penting bagi siswa memahami sejak dini sisi positif dan negatif penggunaan media sosial,” ujarnya.
Para pemateri menekankan bahwa media sosial memiliki dua sisi. Di satu sisi, bisa menjadi sarana belajar, memperluas wawasan, mengasah kreativitas, hingga membuka peluang usaha. Namun di sisi lain, juga berpotensi menimbulkan dampak negatif seperti kecanduan, turunnya prestasi belajar, perundungan siber, hingga jeratan hukum.
Kayan Manggala mengingatkan, pelajar pun dapat terjerat Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) bila menyebarkan hoaks, ujaran kebencian, atau mencemarkan nama baik di media sosial. “Konsekuensinya bisa berupa pidana penjara maupun denda, meskipun pelakunya masih pelajar,” jelasnya.
Sosialisasi dikemas secara interaktif dengan kuis, simulasi, hingga berbagi pengalaman siswa. Irma Susilawati menekankan pentingnya kesadaran digital. “Media sosial hanyalah alat. Ia bisa menjadi jembatan meraih masa depan atau jebakan yang merugikan, tergantung bagaimana kita menggunakannya,” katanya.
Sementara itu, Kepala SMPN 1 Atap Cipaku, Euis Riswandi, mengapresiasi kegiatan KKN Unigal yang dinilai relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. “Kegiatan ini tidak hanya sekadar program kerja mahasiswa, tetapi juga bagian dari upaya membangun literasi digital di kalangan pelajar,” ujarnya.
Fauzi Fathulamin Juandi menambahkan, “Jika kita mampu mengendalikan media sosial, maka manfaatnya akan jauh lebih besar. Namun jika kita yang dikendalikan, justru dampak negatifnya yang akan dominan.”
Kegiatan ini tidak hanya memperkaya wawasan siswa, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menggunakan media sosial secara bijak di tengah derasnya arus digitalisasi. (Ayu/CN/Djavatoday)

