Berita Ciamis (Djavatoday.com),- Kepala seorang balita berusia dua tahun di Dusun Puncak Asih, Desa Cisadap, Kecamatan Ciamis, tersangkut kaleng biskuit kosong, Selasa (7/7/2026) malam. Petugas UPTD Damkar Ciamis pun turun tangan mengevakuasi kaleng tersebut dari kepala korban.
Peristiwa itu menimpa Naima saat sedang bermain di rumah bersama keluarganya. Balita tersebut awalnya bermain sambil menonton ponsel. Namun tanpa diduga, kaleng biskuit kosong yang ada di dekatnya justru tersangkut di kepala dan sulit dilepaskan.
Kabid Damkar Dinas Satpol PP Ciamis Budi Rahmat mengatakan, laporan kejadian diterima petugas sekitar pukul 20.58 WIB. Setelah menerima laporan, tim UPTD Damkar Ciamis langsung menuju lokasi di Dusun Puncak Asih RT 001 RW 016, Desa Cisadap.
“Awalnya anak sedang bermain sambil menonton HP yang disandarkan ke kaleng kosong. Setelah itu HP sempat dimasukkan ke dalam kaleng lalu dikeluarkan lagi. Namun kaleng tersebut justru dipasang ke kepala anak dan akhirnya tersangkut,” ujar Budi, Rabu (8/7/2026).
Menurut Budi, keluarga sempat berupaya melepaskan kaleng tersebut secara mandiri. Namun usaha itu tidak berhasil, sementara korban terus menangis sehingga keluarga memutuskan meminta bantuan petugas damkar.
“Ibunya sudah berusaha membuka kaleng itu, tapi tidak berhasil. Karena anak menangis dan dikhawatirkan semakin kesakitan, keluarga kemudian menghubungi Damkar untuk meminta bantuan,” katanya.
Petugas kemudian berangkat ke lokasi dengan membawa satu unit kendaraan pancar serta perlengkapan evakuasi berupa gerinda mini, gunting, dan tang. Setibanya di rumah korban, petugas mendapati Naima masih menangis dengan kaleng biskuit menutup bagian kepalanya.
Proses evakuasi dilakukan secara perlahan dan hati-hati mengingat korban masih balita. Petugas membuka bagian kaleng sedikit demi sedikit sambil memastikan kepala anak tidak terluka selama proses penanganan.
“Penanganan dilakukan secara perlahan dan penuh kehati-hatian, karena korbannya masih balita. Fokus petugas saat itu adalah melepaskan kaleng tanpa menimbulkan luka baru di bagian kepala anak,” ucap Budi.
Upaya itu akhirnya berhasil. Sekitar pukul 21.20 WIB, kaleng biskuit dapat dilepaskan dari kepala korban dalam kondisi aman.
“Alhamdulillah, evakuasi berhasil dilakukan dengan aman. Tidak ada luka akibat proses penanganan petugas. Hanya ada bekas kemerahan di bagian kepala karena kaleng sempat menyangkut cukup lama,” kata Budi.
Budi mengimbau para orang tua agar lebih waspada saat anak bermain, terutama ketika berada di dekat benda-benda rumah tangga yang berisiko membahayakan. Menurutnya, benda seperti kaleng, botol, atau wadah sempit lainnya kerap dianggap sepele, padahal bisa memicu kejadian serupa pada anak-anak yang sedang aktif bereksplorasi.
“Kami mengimbau orang tua untuk lebih mengawasi anak saat bermain, terutama dengan benda-benda yang berisiko seperti kaleng, botol, atau wadah sempit lainnya. Hal-hal seperti ini sering terlihat sederhana, tapi bisa berbahaya kalau tidak segera ditangani,” pungkasnya. (Ayu/CN/Djavatoday)

