Setiap 17 September, Indonesia memperingati Hari Perhubungan Nasional atau Harhubnas. Peringatan ini menjadi momentum untuk mengingat pentingnya transportasi dalam kehidupan sehari-hari sekaligus menghargai para insan perhubungan yang terus bekerja menjaga mobilitas masyarakat.
Transportasi bukan hanya tentang kendaraan yang mengantar seseorang dari satu tempat ke tempat lain. Di baliknya ada jalan raya, stasiun, pelabuhan, bandara, hingga berbagai layanan yang membuat masyarakat dan kegiatan ekonomi tetap terhubung.
Lalu, bagaimana sejarah Hari Perhubungan Nasional dan mengapa diperingati setiap 17 September?
Kapan Hari Perhubungan Nasional Diperingati?
Hari Perhubungan Nasional diperingati setiap 17 September.
Tanggal tersebut menjadi momentum bersama bagi para insan perhubungan untuk memperingati perjalanan sektor transportasi sekaligus melihat kembali pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.
Peringatan Harhubnas juga menjadi kesempatan untuk membangun semangat agar pelayanan transportasi terus berkembang dan semakin baik.
Sejarah Hari Perhubungan Nasional
Sebelum Hari Perhubungan Nasional ditetapkan, berbagai sektor dalam bidang perhubungan sebenarnya sudah memiliki hari bakti masing-masing.
Waktu peringatannya pun berbeda-beda. Ada yang memperingati hari bakti pada September, seperti sektor pelabuhan, pos dan telekomunikasi, serta perkeretaapian.
Kemudian muncul gagasan untuk menyatukan berbagai peringatan tersebut dalam satu momentum. Tujuannya agar seluruh unsur perhubungan memiliki satu hari bersama untuk memperkuat kebersamaan sekaligus mengurangi kegiatan peringatan yang dilakukan secara terpisah.
Gagasan tersebut kemudian diwujudkan melalui keputusan Menteri Perhubungan Frans Seda pada 1971. Sejak saat itu, 17 September ditetapkan sebagai Hari Perhubungan Nasional.
Kapan Harhubnas Pertama Kali Diperingati?
Peringatan Hari Perhubungan Nasional pertama kali diselenggarakan pada 17 September 1973 di kawasan Silang Monas, Jakarta.
Seiring berjalannya waktu, peringatan Harhubnas tidak hanya menjadi kegiatan seremonial. Momentum tersebut juga digunakan untuk memperkuat semangat pelayanan dan kebersamaan di antara para insan perhubungan.
Apa Tujuan Hari Perhubungan Nasional?
Hari Perhubungan Nasional memiliki makna yang cukup luas. Salah satunya adalah memperkuat rasa kebersamaan dan jiwa korsa di kalangan insan perhubungan bersama seluruh mitra kerja.
Peringatan ini juga menjadi pengingat agar para insan perhubungan terus meningkatkan tanggung jawab dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Selain itu, Harhubnas menjadi momentum untuk menghayati dan mengamalkan Lima Citra Manusia Perhubungan dalam menjalankan tugas sehari-hari.
Dengan begitu, peringatan Harhubnas tidak berhenti pada upacara atau acara tahunan. Ada semangat untuk terus memperbaiki pelayanan transportasi agar semakin aman, nyaman dan dapat diandalkan.
Mengapa Transportasi Penting bagi Masyarakat?
Hampir semua aktivitas masyarakat berkaitan dengan transportasi.
Orang membutuhkan kendaraan untuk berangkat bekerja, pergi ke sekolah, mengunjungi keluarga, maupun menjalankan berbagai kegiatan lainnya. Barang kebutuhan juga membutuhkan transportasi agar bisa berpindah dari satu daerah ke daerah lain.
Bagi Indonesia yang memiliki wilayah luas dan terdiri dari banyak pulau, konektivitas transportasi menjadi semakin penting.
Transportasi darat, laut, udara dan kereta api memiliki peran masing-masing dalam menghubungkan masyarakat serta mendukung aktivitas ekonomi antarwilayah.
Makna Hari Perhubungan Nasional
Bagi masyarakat, Hari Perhubungan Nasional dapat menjadi momentum untuk kembali menyadari betapa pentingnya transportasi dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara bagi insan perhubungan, Harhubnas bisa menjadi kesempatan untuk mengevaluasi pelayanan yang sudah diberikan sekaligus memperkuat komitmen dalam menjalankan tugas.
Transportasi yang aman, nyaman dan mudah diakses tentu menjadi bagian penting dalam menunjang aktivitas masyarakat.
Karena itu, Harhubnas bukan hanya tentang memperingati sebuah tanggal. Lebih dari itu, peringatan ini menjadi pengingat bahwa pelayanan transportasi memiliki hubungan langsung dengan kehidupan masyarakat.
Cara Memperingati Hari Perhubungan Nasional
Hari Perhubungan Nasional dapat diperingati dengan berbagai kegiatan. Tidak selalu harus berupa acara besar.
Di lingkungan instansi, misalnya, Harhubnas biasanya diisi dengan upacara dan kegiatan yang berkaitan dengan sektor perhubungan.
Kegiatan sosial, donor darah, aksi kebersihan lingkungan, edukasi keselamatan transportasi hingga berbagai kegiatan bersama masyarakat juga bisa menjadi bagian dari peringatan Harhubnas.
Bagi masyarakat umum, salah satu cara sederhana untuk ikut memaknainya adalah dengan meningkatkan kesadaran terhadap keselamatan selama menggunakan transportasi.
Mulai dari mematuhi aturan lalu lintas, menjaga ketertiban di fasilitas umum, hingga menggunakan transportasi secara bijak.
Hari Perhubungan Nasional dan Masa Depan Transportasi
Perkembangan teknologi membuat dunia transportasi terus berubah. Masyarakat kini semakin terbiasa dengan layanan transportasi berbasis digital, pembayaran elektronik dan berbagai sistem yang membuat perjalanan menjadi lebih praktis.
Di tengah perubahan tersebut, kebutuhan terhadap transportasi yang aman, nyaman, terjangkau dan mudah diakses tetap menjadi hal penting.
Karena itu, Hari Perhubungan Nasional dapat menjadi momentum untuk melihat kembali bagaimana sektor transportasi berkembang sekaligus apa yang masih perlu diperbaiki.
Pada akhirnya, 17 September bukan hanya menjadi tanggal peringatan bagi insan perhubungan. Harhubnas juga menjadi pengingat bahwa transportasi merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat dan memiliki peran besar dalam menghubungkan berbagai daerah di Indonesia. (Ayu/CN/Djavatoday)

